Cerita di Balik Senyuman Khas Roberto Firmino dari Perkampungan Kumuh di Brasil

Firmino menjelma jadi penyerang andalan Liverpool dengan koleksi 77 gol dari 235 penampilan sejak didatangkan ke Anfield pada Juli 2015.

AFP/PAUL ELLIS
Roberto Firmino dan Mohamed Salah merayakan gol kemenangan Liverpool atas Manchester City pada perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Selasa (10/4/2018). 

"Dia pendiam dan pemalu, dia hanya tersenyum, tetapi dia gila sepak bola. Bahkan ketika dia tidak punya bola, dia akan bermain dengan jeruk," kata Dedeu dilansir BolaSport.com dari BBC.

"Mimpinya adalah menjadi seorang profesional, tetapi hidup ini sangat sulit untuk mencapai hal-hal tersebut.

"Itulah sebabnya saya sangat bahagia untuknya. Dia pantas mendapatkan semua keberhasilannya," ucap Dedeu, yang hingga kini masih tinggal di Trapiche.

Dedeu mengaku, ibu Firmino begitu khawatir anaknya akan tumbuh menjadi seorang bandit. 

Meski begitu, Firmino seolah tak peduli dengan hal itu. Ia pergi ke hiruk-pikuk yang berasal dari Estadio Rei Pele, sebuah stadion berkapasitas 20.000 orang. 

Stadion itu berada di dekat rumah Firmino, yang baru-baru ini diperbarui dan diubah menjadi toko hotdog.

Tak heran jika sepak bola tak pernah jauh dari benak Firmino. 

Menurut Dedeu, Firmino kerap bercerita tentang keinginannya untuk menjadi Ronaldo dan Ronaldinho. 

"Dia akan berbicara tentang kemampuan Ronaldinho, tetapi, dia juga memilikinya. Dia selalu jauh lebih baik daripada yang lain. Dia brilian. Dia melakukan dribel dengan sangat baik," ujar Dedeu. 

Senyum khas Firmino juga tak dilupakan Ari Santiago, pelatih sepak bola pertamanya di sekolah Escad Estadual Profesor Tarcisio de Jesus. 

Halaman
1234
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved