KKB Papua

KKB Papua Disebut Kini Telah Terpecah Belah dan Dalam Keadaan Terdesak Tanpa Koordinasi, Kenapa?

Bahkan, di dalam tubuh organisasi mereka kini ada rasa tidak saling percaya satu dengan yang lain.

(Kolase Youtube dan IST/Tribun Manado)
Ilustrasi: Sepak Terjang KKB Papua Joni Botak & Lekagak Telenggen, 2 Kubu yang Bersatu Mengincar PT Freeport 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua disebut kini telah terdesak hingga terpecah belah.

Diduga setelah 4 anggota KKB tewas dalam kontak senjata di sekitar Kampung Opitawak, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, pada Minggu (15/3/2020) lalu,

kini aparat terus berupaya melakukan penegakan hukum.

Keberadaan KKB masih termonitor belum keluar dari kawasan Tembagapura, namun pergerakan mereka kini sudah semakin terbatas.

"Sementara ini kami masih monitor keberadaan mereka ada di sekitar Tembagapura.

"Namun, dengan penguatan personel TNI/Polri di sana kondisi mereka semakin terdesak," ujar Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, di Jayapura, Jumat (20/3/2020).

Dax mengakui, sulit bagi aparat untuk mengepung KKB di Tembagapura karena mereka bergerak tidak dalam jumlah besar.

"Agak sulit kami mau mengepung mereka (KKB) karena mereka bergerak dalam kelompok-kelompok kecil," kata dia.

Namun, ia memastikan semenjak kasus pembakaran gereja di Kampung Opitawak pada 12 Maret 2020

dan berujung pada kontak senjata pada 15 Meret 2020, keberadaan KKB semakin terpecah.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi
Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi (Kompas.com)
Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved