News

Cek Disini Portal Pemetaan Sebaran Covid-19 di Tanah Air, Dikembangkan oleh Universitas Indonesia

Dikutip dari siaran pers-nya, UI mengembangkan portal tersebut untuk membantu pemerintah memetakan sebaran Covid-19 di Tanah Air.

(Dok. Humas UI)
Gabungan tim Ahli dan Peneliti Universitas Indonesa (UI) mengembangkan sebuah Portal WebGIS (peta dalam jaringan/daring) untuk membantu pemerintah memetakan sebaran virus COVID-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Universitas Indonesia mengembangkan portal pemetaan untuk bantu pemerintah.

Gabungan tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan portal WebGIS atau peta dalam jaringan sebaran Covid-19.

Dikutip dari siaran pers-nya, UI mengembangkan portal tersebut untuk membantu pemerintah memetakan sebaran Covid-19 di Tanah Air.

Peta sebaran tersebut, dapat diakses melalui laman https://qgiscloud.com/ardiansyah18/CORONA_INA_19032020/

Berlaku hingga 23 Maret 2020, Promo Paket BreadTalk, Hanya Rp 7.500/Roti

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Abdul Haris mengatakan, portal WebGIS tersebut akan mampu memetakan penduduk yang terinfeksi Covid-19, persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi Covid-19, serta membantu pemerintah dalam memetakan daerah yang rawan kasus infeksi baru.

Haris mengatakan, portal tersebut memuat informasi yang berkaitan dengan persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi, orang dalam pengawasan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Selain itu, portal tersebut juga akan menggambarkan tiga kelas berdasarkan status kerawanannya, yakni rawan rendah, sedang dan tinggi.

Kemudian daerah berklasifikasi rawan tinggi (zona merah) ditandai oleh tiga hal yakni, banyaknya penderita berdomisili di wilayah tersebut; banyaknya jumlah dan dekatnya jarak penderita dengan fasilitas transportasi umum, dan; kepadatan penduduk yang tinggi.

"Adapun sejumlah parameter yang diperhitungkan dalam Peta WebGIS di antaranya, kepadatan jumlah penderita dalam luas wilayah tertentu, kepadatan penduduk masing-masing daerah, dan kepadatan sistem transportasi," terang Abdul.

Data yang akan dimuat dalam portal peta persebaran ini dihimpun dari berbagai sumber baik pemerintah daerah maupun lembaga.

Halaman
123
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved