Internasional

Majalah Playboy AS Hentikan Versi Cetak Karena Wabah Virus Corona, Versi Online Tetap Berjalan

Musim semi 2020 merupakan akhir dari majalah Playboy AS versi cetak. Majalah pria dewasa ini bahkan tidak lolos dari dampak virus corona.

Tribunnews.com
Sarah McDaniel, model pertama di sampul majalah Playboy versi anyar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selasa (17/3/2020) waktu AS, penerbit majalah pria AS, Playboy, mengumumkan akan mengakhiri publikasi regulernya di Amerika Serikat pada musim semi 2020.

Namun tenang saja, versi online akan tetap berlanjut.

"Hambatan di lingkungan bisnis yang disebabkan oleh penyebaran coronavirus baru memicu perusahaan untuk menghentikan penerbitan majalah cetak tersebut," ungkap Playboy dalam pesan tertulisnya.

Playboy diluncurkan pada tahun 1953.

Lambang 'Kelinci' dikenal luas karena sebagai logo mereka, mulai dari foto tanpa busana hingga artikel hardcore.

Menurut media AS, penerbitan Playboy memuncak pada 5,6 juta kopi pada tahun 1975, tetapi baru-baru ini turun menjadi ratusan ribu.

Seorang eksekutif di perusahaan penerbit menjelaskan dalam sebuah pernyataan, "Ketika kebingungan telah muncul, apa yang kami pertimbangkan secara internal telah dipercepat."

Playboy juga muncul dalam bentuk edisi cetak bahasa Jepang di Jepang dan kemungkinan juga akan menghentikan edisi cetak bahasa Jepang tersebut.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Majalah Playboy AS Hentikan Penerbitan, Versi Online Tetap Jalan.

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved