Karena Menolak Patungan untuk Beli Miras, Seorang Pengamen Tewas Ditusuk Temannya

Sang pengamen, tewas dibunuh dua rekannya, Feggy Sefrianda (26) dan Ranai.

(Shutterstock)
Ilustrasi tewas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Muhammad Hardiansyah merupakan seorang pengamen jalanan yang biasa mengamen di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur meregang nyawa.

Sang pengamen, tewas dibunuh dua rekannya, Feggy Sefrianda (26) dan Ranai.

Sebelum kejadian tersebut Muhammad Hardiansyah sempat menolak patungan membeli minuman keras saat nongkrong.

Masalah patungan tersebut menjadi motif Feggy dan Ranai menghabisi Hardiansyah pada Kamis (5/3/2020).

TribunJakarta.com merangkum sejumlah fakta terkait dengan pembunuhan itu.

1. Ngamen Bareng

Sebelum berkelahi ketiganya sempat ngamen bareng di Jalan Raya Pondok Gede.

"Peristiwa diawali mereka mengamen bersama-sama, mengamen di sekitar Jalan Raya Pondok Gede. Hasilnya mereka sepakat belikan minuman keras," kata Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020).

Dari hasil ngamen di sekitar Jalan Raya Pondok Gede, mereka membeli dua botol minuman keras jenis Intisari, rokok, dan makanan.

2. Tolak Patungan Beli Miras

Tersangka pembunuh Muhammad Hardiansyah, Feggy Sefrianda (26) saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020).
Tersangka pembunuh Muhammad Hardiansyah, Feggy Sefrianda (26) saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). ((TribunJakarta.com/Bima Putra))
Halaman
1234
Editor: Bravi Pangajouw
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved