Internasional

Warga Paris Berbondong-bondong Pergi dari Kota, Sebabkan Kekhawatiran Bagi Daerah Lain

Warga Paris berbondong-bondong pergi ke luar kota sebelum diberlakukan lockdown. Hal ini memunculkan kekhawatiran bagi daerah lain.

KONTAN
Seseorang mengenakan masker di dekat Menara Eiffel Paris, Prancis, 26 Februari 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selasa (17/3/2020) pagi warga Paris berbondong-bondong memenuhi stasiun kereta api dan jalanan kota untuk melarikan diri sebelum dikunci.

Penguncian atau lockdown ini ditujukan memperlambat laju penularan virus corona yang akan berlaku mulai Selasa (17/3/2020) tengah hari.

Namun di siis lain, eksodus Paris mengundang kekhawatiran dari berbagai provinsi Prancis.

Banyak yang khawatir bahwa penduduk kota akan membawa virus itu dan mempercepat penyebaran di seluruh Prancis.

Menteri Kesehatan Olivier Veran mengatakan pemerintah tidak berniat mencegah orang bepergian ke tempat tinggal sekunder.

Tapi dia mengatakan pembatasan ketat pada kehidupan publik akan berlaku di pantai seperti halnya di kota.

"Kami lebih suka berada di lingkungan yang lebih terbuka, di rumah yang lebih besar dengan taman, daripada di apartemen di Paris," kata jurnalis pendidikan Camille, yang bepergian ke rumah ibunya di Prancis utara dengan rekannya. Keduanya berencana untuk bekerja dari jarak jauh.

Jumlah kematian Prancis dari virus coronatelah mencapai 148 dan total 6.600 orang telah dipastikan terinfeksi.

Presiden Emmanuel Macron pada Senin malam mengatakan negara ini berperang dengan virus corona dan mengumumkan pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Prancis pascaperang.

Macron memerintahkan orang-orang untuk tinggal di rumah mulai Selasa siang.

Halaman
12
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved