Breaking News:

Ahok Berbahaya jika Pimpin Ibu Kota Baru, Said Sidu Ungkap Perbedaan dengan Jusuf Kalla

Ahok yang beberapa kali disamakan dengan karakter Wakil Presiden 2014-2019, Jusuf Kalla (JK), membuat Said Didu mengungkap ketidaksetujuannya

Tribunnews/Jeprima
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Kementerian Sosial untuk menjalankan penyaluran subsidi gas LPG 3 kilogram. 

Lihat videonya mulai menit ke-43:45:

Bukan Ahok yang Diduga Terpilih jadi Pemimpin Ibu Kota 

Di sisi lain, sebelumnya, pakar komunikasi politik, Tjipta Lesmana turut menanggapi soal Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk dalam kandidat Pemimpin Ibu Kota Baru.

Hal itu disampaikannya melalui channel YouTube Realita Tv yang tayang pada Kamis (12/3/2020).

Selain Ahok, ada tiga kandidat pemimpin ibu kota lain.

Namun, Tjipta menilai bukan Ahok yang memiliki kesempatan besar untuk memimpin ibu kota baru.

Mulanya, Tjipta mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat dekat dengan Ahok.

"Emang Pak Jokowi sama Ahok ini amat sangat dekat."

"Pada waktu Pak Jokowi terpilih sebagai presiden, Ahok ini kan naik gubernur," kata Tjipta.

Bahkan, ia menyebut Ahok sempat dispekulasikan akan menjadi pendamping Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tapi gagal.

"Waktu itu spekulasi sudah santer diam-diam nanti Jokowi akan mengangkat, menarik Ahok ini sebagai Vice President itu sudah diplotkan begitu."

"Ini kan dua cocok sekali begitu, tapi kan gagal," kata Tjipta.

Kini, ia belum mengungkapkan secara pasti apakah memang nama Ahok sengaja dimunculkan kembali ke permukaan untuk maju 2024.

"Apakah sekarang bakal muncul kembali, akan menarik kemali?," lanjutnya.

Kemudian, Tjipta kembali mengungkit penunjukan Ahok sebagai pejabat Pertamina.

Menurut dia, ada andil Jokowi dalam penunjukan tersebut.

"Yang menarik Ahok ada di Pertamina ini sebetulnya bukan karena Erick Thohir, tapi adalah Presiden Jokowi." 

"Di sana kemudian kabarnya loncat ke ibu kota baru," kata Tjipta.

Terkait calon kuat bos ibu kota baru, Tjipta turut menyinggung nama Bambang Brodjonegoro.

"Sekarang calon kuat ada dua, satu Bambang Brodjonegoro peringkat pertama, peringkat kedua adalah Ahok. Apakah akan jadi kepala badan otorita di sana?" tanya Tjipta.

Ia menjelaskan, Jokowi memegang penuh wewenang penunjukan bos ibu kota baru.

Tjipta pun lantas meyinggung kemungkinan Ahok bakal diusung di Pilpres 2024.

"100 persen tergantung pada Pak Jokowi, apakah Pak Jokowi kemudian setelah Ahok jadi penguasa di ibu kota baru ini kemudian ditarik ke Jakarta?," ucap Tjipta.

"Ini kan masih tanda tanya, yang jelas Jokowi enggak bisa jadi presiden lagi," tambahnya.

Lihat videonya mulai menit ke-2:00:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Said Didu Ungkap Perbedaan Ahok dan Jusuf Kalla yang Sama Dikenal Pendobrak: Bukan Langgar Aturan

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved