Aksi Polisi Gadungan Bermodalkan HT & Borgol, Kuras Korban Bahkan Minta Plus-plus, Kini Ditangkap

Saat beraksi, polisi gadungan berinisial MYA (25) itu membekali dirinya dengan lencana, HT, dan borgol polisi.

ISTIMEWA
Ilustrasi borgol 

"Pelaku mengaku polisi yang sedang menyamar dan menuduh korban sebagai wanita panggilan," ujar dia.

Setelahnya, polisi gadungan tersebut meminta uang sebesar Rp 1,8 juta jika korban tidak ingin ditangkap. Akan tetapi, korban mengaku tidak memiliki uang sebesar itu.

"Lalu pelaku meminta uang yang korban miliki, korban hanya punya uang Rp 500 ribu," tutur Rosiana.

Merasa ada yang janggal, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Pesanggrahan.
Tiga hari berselang, Sat Reskrim Polsek Pesanggrahan menangkap pelaku di area parkir hotel tempat pelaku dan korban bertemu.

Akibat perbuatannya, polisi gadungan itu dijerat Pasal 368 KUHP Jo Pasal 285 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Untuk Modal Kawin

MYA, pemuda berusia 25 tahun, nekat menjadi polisi gadungan dan memeras korbannya.

Kepada polisi, MYA mengaku terpaksa melakukan perbuatannya demi membiayai pernikahannya yang rencananya bakal diadakan pada 23 Maret 2020.

Hal itu dikatakan Kapolsek Pesanggrahan Kompol Rosiana Nur Widajati saat merilis kasus ini di Mapolsek Pesanggrahan, Rabu (11/3/2020).
"Untuk modal nikah, karena dia sebentar lagi berencana untuk menikahi calonnya. Karena kekurangan uang, dia melakukan pemerasan," kata Rosiana.

Batal Kawin

Halaman
1234
Editor: Bravi Pangajouw
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved