Breaking News:

Kriminal

12 Kasus Pembunuhan Menghebohkan yang Pelakunya Masih Anak-anak, Termasuk Kasus di Indonesia

Kasus pembunuhan yang melibatkan anak berumur 15 tahun belum lama ini menghebohkan publik di Tanah Air.

Tribun.wiki
Ilustrasi - Termasuk kasus NF, berikut ini ada belasan kasus pembunuhan yang pelakunya masih anak-anak: 

Setelah 45 menit bermain bersama Eunick, Tate memberi tahu ibunya kalau Eunick tidak bernapas.

Sebelumnya, Tate mengunci kepala bocah malang itu, dan dibanting dengan keras.

Kasusnya menjadi kontroversial karena Tate dianggap masih sangat muda untuk memperoleh hukuman maksimum tersebut.

Bahkan, jaksa yang menuntutnya sempat menawarkan bantuan untuk menghadapi proses banding, dan mengajukan permohonan.

Pada akhirnya, hukumannya diturunkan menjadi satu tahun tahanan rumah, dan 10 tahun hukuman percobaan.

Namun, dia kembali melakukan tindak kriminal, sehingga dijatuhi kurungan selama 10 tahun, dan bakal bebas di 2018 ini.

4. Joshua Phillips, 14 Tahun (1998)

Phillips tengah bermain dengan pemukul bisbol di rumahnya di Jacksonville, Florida, ketika secara tidak sengaja dia memukul Maddie Clifton tepat di mata.

Panik, dan takut jika ayahnya sampai mengetahuinya, Phillips mencekik bocah delapan tahun itu menggunakan kabel telepon, dan menusuknya.

Phillips kemudian menyembunyikan jenazah Clifton di dalam kasur air, hingga ibu Phillips menemukannya sepekan kemudian.

Meski ditemukan dalam keadaan telanjang, dari hasil otopsi tidak ditemukan tanda kalau Clifton mengalami pemerkosaan.

Di persidangan, Phillips mengaku terpaksa melakukannya. Sebab, dia takut bakal disiksa oleh sang ayah jika ketahuan membuat adiknya berdarah.

Phillips berkata sangat trauma ketika ayahnya menghajarnya habis-habisan tatkala melihat Clifton terluka di dalam rumah.

Pengadilan kemudian mendakwa Phillips melakukan pembunuhan tingkat satu, dan menjatuhkan vonis seumur hidup tanpa bebas bersyarat.

5. Craig Price, 15 Tahun (1989)

Sebelum berusia 16 tahun, Price merupakan pembunuh berantai di kawasan Rhode Island, pantai timur AS.

Pembunuhan pertamanya terjadi di 1989 kala dia masih berusia 13 tahun. Dia menusuk perempuan 27 tahun bernama Rebecca Spencer.

Saat itu, Price lolos dari jerat hukum hingga dia mengakui perbuatannya pada 1991. Dia membunuh tiga orang tetangganya karena tengah berada dalam pengaruh ganja.

Korban adalah pria 39 tahun bernama Joan Heaton dan dua putrinya, Jennifer (10), dan Melissa (8). Semua korbannya tewas dengan cara ditusuk.

Selama persidangan, Price tidak menunjukkan penyesalan. Bahkan, dia dengan tenang menirukan teriakan korban ketika dibunuh olehnya.

Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis 25 tahun penjara. Namun, serangkaian perilaku buruk dengan sesama napi membuat masa penahanannya diperpanjang.

6. Alyssa Bustamante, 15 Tahun (2009)

Bustamante sengaja membawa tetangganya, Elizabeth, ke sebuah hutan, dan kemudian membunuh dengan cara mencekik dan menikamnya.

Bustamante kemudian menguburkan jenazah bocah sembilan tahun itu dalam sebuah kuburan yang tidak terlalu dalam.

Setelah itu, dia menuliskan tindakannya di buku harian-nya. "Saya baru saja membunuh orang. Saya tidak tahu perasaan saya saat itu," tulis Bustamante.

Namun, dia kemudian menulis lagi bahwa membunuh merupakan sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan.

Daily Mirror memberitakan, Bustamante, yang berasal dari Missouri, adalah remaja bermasalah yang mempunyai sejarah depresi, dan percobaan bunuh diri.

Ibu Olten, Patty Preiss, menyebut Bustamante sebagai monster yang jahat, dan langsung membencinya sejak sidang perdana.

Bustamante kemudian terbukti melakukan pembunuhan tingkat satu, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

7. Jesse Pomeroy, 11 Tahun (1871)

Merupakan anak seorang veteran Perang Saudara di AS, Pomeroy melakukan pembunuhan brutal terhadap seorang anak di Boston.

Dia ditangkap pada 1872, dan dijatuhi hukuman dengan dikirim ke sekolah anak-anak nakal.

Koran setempat, The Boston Globe, mengabadikan persidangan tersebut, dan menulis di akhir artikel "tidak diragukan lagi anak ini punya masalah mental".

Dua tahun berselang, Pomeroy kembali ke keluarganya. Namun, dia kembali melakukan pembunuhan terhadap dua anak, Mary Curran (10), dan Horace Mullin (4).

Pomeroy memenggal kepala dua bocah itu, dan menyembunyikan jenazah mereka di ruang bawah tanah rumahnya.

Pomeroy yang terbukti melakukan pembunuhan tingkat satu awalnya dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.

Namun, di 1876, pengadilan menurunkannya menjadi seumur hidup di sebuah tempat pengasingan.

8. Morgan Leppert, 15 Tahun (2009)

Leppert dan pacarnya, Toby Le Lowry (22), membunuh seorang kakek bernama James Stewart secara brutal di Florida.

Stewart ditemukan dengan luka tusukan. Di hadapan penyidik, Leppert menuding pacarnya yang memintanya membunuh kakek 62 tahun itu.

"Ya ampun, saya bahkan tidak sanggup menusuknya. Namun, dia terus mendesak saya melakukannya," kata Leppert dalam sebuah rekaman.

Leppert melemparkan semua kesalahan ke Lowry, yang juga bersaksi menentangnya agar terhindar dari hukuman mati.

Namun, pada akhirnya, pasangan itu mengakui terpaksa membunuh Stewart untuk mencuri mobilnya.

9. Willie Bosket, 15 Tahun (1978)

Bosket lahir di Harlem, New York. Ayahnya menjadi narapidana kasus pembunuhan terhadap dua orang ketika Bosket masih dalam kandungan.

Kondisi itu membuat Bosket muda tumbuh sebagai remaja bermasalah. Kepada polisi, dia selalu berkata bakal mengikuti jejak ayahnya sebagai pembunuh.

Ucapan itu terbukti ketika dia berusia 15 tahun. Bosket menembak mati dua orang ketika berusaha merampok mereka.

Dia juga membunuh seorang pekerja transportasi sebelum aksinya dihentikan oleh polisi.

Saat itu, pengadilan menjatuhkan hukuman kepada Bosket lima tahun kurungan di penjara anak-anak.

Vonis Bosket ditentang karena dianggap melanggar Hukum Penjahat Remaja 1978. Dalam peraturan itu, remaja yang berusia di atas 13 tahun bisa disidang dengan dakwaan orang dewasa.

Pasca-bebas di umur 20 tahun, Bosket kembali mengulangi kehidupannya sebagai penjahat.

Puncaknya, dia dijatuhi hukuman seumur hidup setelah menyerang dan membakar orang di 1989.

10. Mary Bell, 11 Tahun (1968)

Pada usia 11 tahun, Mary Bell telah melakukan pembunuhan terhadap dua bocah yang berusia di bawah lima tahun.

Pembunuhan pertama dia lakukan kepada Martin Brown (4) sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-11 di Newcastle.

Dua bulan kemudian, dBell mengulangi aksinya terhadap bocah tiga tahun bernama Brian Howe.

Bell tumbuh dalam lingkungan bermasalah. Sang ibu, Betty, adalah seorang Pekerja Seks Komersial (PSK), dan berusaha untuk membunuh Bell setiap ada kesempatan.

Betty berusaha membuat aksinya seolah adalah insiden tidak sengaja. Seorang saksi mata menuturkan, Betty pernah memberikan pil kepada Bell.

Selama sidang, seorang psikiater yang dipanggil menyimpulkan Bell merupakan psikopat, dan berbahaya bagi anak sekitarnya.

Setelah divonis 12 tahun penjara, Bell bebas di 1980, dan hidup dengan berbagai nama samaran untuk menyembunyikan jati dirinya.

11. Jon Venables dan Robert Thompson, 10 Tahun (1993)

Venables dan Thompson menjadi pembunuh termuda dalam sejarah Inggris ketika menghilangkan nyawa bocah bernama James Bulger.

Keduanya menculik Bulger ketika berada di sebuah pusat perbelanjaan di Bootle, Merseyside, dan membawanya ke sebuah rel kereta api.

Di sana, dia disiksa sebelum kemudian dibunuh dengan cara ditinggalkan di tengah rel sesaat sebelum sebuah kereta melintas.

Setelah terbukti bersalah, keduanya diganjar vonis penjara hingga 15 tahun. Kasusnya menjadi perhatian dunia internasional, bahkan Pengadilan HAM Eropa.

Keduanya bebas pada 2001, ketika berusia 18 tahun. Mereka menerima identitas baru untuk mencegah menjadi keluarga korban yang berniat membalas dendam.

12 Inisial NF

Belum lama ini publik dihebohkan dengan kasus pembunuhan yang melibatkan seorang anak berumur 15 tahun.

Korban dari anak yang berinisial NF tersebut adalah bocah berumur 5 tahun yang merupakan tetangga dan teman mainnya. 

Berdasarkan pemeriksaan dari pihak kepolisian, anak berumur 15 tahun yang jadi pelaku pembunuhan ini kerap menonton film bergenre horor dan sadis.

Bahkan, disebut-sebut adegan film tersebut menjadi inspirasinya untuk menghabisi bocah 5 tahun. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, NF kerap menonton film horor yakni Chucky dan Slender Man.

Chucky sendiri mengisahkan tentang boneka pembunuh dan populer pada tahun 1980-an.

Sementara Slender Man merupakan karakter fiksi seorang pria tipis tinggi, dengan tanpa wajah, memiliki tentakel mengenakan baju hitam berdasi merah, pada umumnya Slender Man suka menculik bahkan menyiksa anak-anak.

"Tersangka ini sering menonton film horor. Dia senang menonton film horor itu memang hobinya itu," kata Yusri di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Sabtu (7/3/2020).

Kejadian pembunuhan NF terjadi pada Kamis (5/3/2020).

Saat itu NF sedang bermain dengan korban.

Pada hari kejadian, di rumah NF hanya ada dua orang, yakni korban dan pelaku.

NF sengaja menenggalamkan mainan di bak mandi rumahnya.

Lantas NF meminta tolong ke korban untuk mengambilkan mainnya.

"Pelaku (NF) minta tolong ambilkan satu mainan yang tenggelam di bak mandi," Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat konferensi pers, di kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu siang (7/3/2020).

Korban pun membantu mengambilkan mainan yang sengaja ditenggelamkan tersebut.

Setelah melepas pakaiannya, korban pun menceburkan diri ke dalam bak mandi.

"Kemudian si korban membantu. Karena takut basah, korban melepaskan pakaiannya

Korban pun menceburi dirinya ke dalam bak mandi tersebut," sambungnya.

Saat korban meceburkan diri ke dalam bak mandi, NF pun membunuh korban dengan menenggelamkan kepala korban.

Setelah tewas, korban dimasukkan ke dalam ember dan ditutupi kain agar tidak diketahui orang tuanya.

"Orang tua pelaku saat pulang ke rumahnya tidak mengetahui," tambah Yusri.

Sebelumnya, NF mempunyai niat untuk membuang mayat korban, namun pelaku takut.

NF pun akhirnya memasukkan korban ke dalam lemari kamarnya.

Jumat (6/3/2020) NF melaporkan kasusnya tersebut ke kantor Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat.

Saat pergi ke kantor polisi, NF sengaja membawa pakaian lain selain seragam untuk menuju kantor polisi.

"Polisi saya sudah membunuh dan mayatnya saya taruh di dalam lemari," ujar Yusri, mencontohkan ucapan NF saat laporan di Polsek Metro Tamansari.

Pada awalnya, polisi tidak percaya.

Namun setelah melihat ada mayat di kamar pelaku, petugas kepolisian pun akhirnya percaya.

"Ini awalnya polisi tidak percaya, tapi setelah lihat ada mayat di kamar pelaku, mereka percaya," sambungnya.

Lantaran masih di bawah umur, NF akan menjalani proses hukum dengan asas praduga tak bersalah.

Sementara itu, korban telah dimakamkan kemarin, Sabtu (7/2/2020) pukul 11.30 WIB.

Saat mengakui tindakannya, NF mengaku tak menyesal dan puas atas perbuatannya.

"Ditanyakan oleh penyidik, 'bagaimana perasaannya setelah kejadian ini', satu yang paling gampang dan dikatakan (Saya puas)," kata Yusri, di kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu siang (7/3/2020).

"(Saya puas). Iya, berulang kali dengan tenang dia jawab begitu," tambah Yusri.

NF dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang bergaul.

Menurut tetangga, NF biasanya langsung masuk ke rumah sepulangnya dari sekolah.

"Anaknya jarang main di luar, dia di dalam rumah terus. Pulang sekolah langsung masuk ke dalam rumah," ungkap tetangga NF, Jumat (6/3/2020).

Polisi berhasil menemukan sejumlah catatan yang berisi curhatan NF.

Selain itu, ada pula gambaran-gambaran NF yang memperlihatkan seorang perempuan menangis.

Ada pula gambar seorang perempuan terlilit tali.

Dalam gambar tersebut ada tulisan dari NF yang meminta untuk tetap tenang dan berilah aku penyiksaan.

"Dengan kalimat, 'keep calm and gie (give) me torture (tetap tenang dan beri aku siksaan),'" cerita Susatyo.

Selain itu, NF sering menuliskan kekecawaanya pada keluarga di papan tulis di rumahnya.

Lalu, ada pesan cukup menakutkan bagi sang ayah.

"Tomorrow I will try to laugh see my dad is death gone forever."

"Besok aku akan mencoba tertawa melihat Ayahku meninggal selamanya," tulis NF. (Kompas.com/Tribun Manado/Tribunnews)

DAFTAR Nama Korban Kecelakaan Bus Pemerintah Vs Kijang Innova di Saree Aceh Besar

*SUMBER

Kompas.com: Kisah Para Pembunuh Belia"

Tribunnews.com: FAKTA-FAKTA Siswi SMP yang Bunuh Bocah: Kronologi Lengkap hingga Punya Pesan Khusus untuk sang Ayah.

Tribun Manado: Fakta Tentang Slender Man dan Boneka Chucky, Film yang Dihubungkan dengan Kasus Pembunuhan.

Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved