Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penumpang Viking Sun Ditolak di Semarang, Bisa Jalan-jalan di Bali

Pemandangan dan perlakuan berbeda terlihat saat kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun berlabuh di Pelabuhan Benoa

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Sejumlah petugas berjaga saat kapal pesiar Viking Sun berbendera Norwegia yang mengangkut sekitar 1.200 penumpang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2020). Pemkot Semarang mengizinkan kapal itu bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas hanya untuk memuat kebutuhan bahan makanan dan tidak memperbolehkan penumpang turun untuk menghindari resiko penyebaran wabah virus corona (Covid-19), karena kapal tersebut memiliki riwayat singgah di Australia yang terdampak wabah itu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemandangan dan perlakuan berbeda terlihat saat kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun berlabuh di Pelabuhan Benoa, Bali. Ratusan penumpang yang mayoritas warga negara asing diperbolehkan turun di Benoa, bahkan melancong dan jalan-jalan di pasar Badung. Sebanyak 375 penumpang bahkan kembali ke negaranya masing-masing via bandara I Gusti Ngurah Rai.

Polisi Duga Terlibat Kasus Narkoba: Aktris Ririn Ekawati Ditangkap Bersama Asisten

Hal berbeda justru terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Kapal yang mengangkut 738 penumpang dan 400 kru itu merapat tapi para penumpang tidak diperkenankan turun. Kepala cabang Cruise Asia by Destination Asia Yogyakarta, Nyoman Sudirman, mengatakan kapal pesiar berbendera Norwegia itu bersandar untuk keperluan logistik.

Logistik itu digunakan untuk menempuh perjalanan selanjutnya. "Hanya mengangkut logistik yang sudah disiapkan, penumpang tidak turun. Semua tur juga telah dibatalkan," ujarnya.

Kapal pesiar berwarna putih dengan lambung biru itu bersandar di Semarang pada Kamis(5/3) pukul 17.30. Pembatalan merapat dan menurunkan penumpang bagi Viking Sun ini menyusul kebijakan Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan surat penundaan sandar.

Surat ini dikeluarkan sebagai kesiapsiagaan Kota Semarang dalam menghadapi virus Covid-19. Surat yang dibubuhi tanda tangan  Walikota Hendrar Prihadi itu menerangkan bahwa seseorang yang memiliki riwayat perjalanan dari negara yang terjangkit wabah korona selama 14 hari terakhir disebut sebagai orang dalam pengawasan.

Adapun pengecekan kesehatan di laboratorium membutuhkan waktu selama dua hari. Sehingga Pemkot Semarang tidak memberi izin sandar kepada kapal pesiar yang sebagian besar turisnya berasal dari Inggris dan Amerika itu.

Nyoman Sudirman selaku operator tur wisata penumpang kapal pesiar, membenarkan batalnya penumpang Viking Sun turun dan berwisata di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Surat tidak diizinkan bersandar tersebut diterima pihaknya pukul 13.00 dan segera disampaikan kepada awak kapal.

"Kami tidak dapat berbuat apa apa. Adanya hal ini kami harus membatalkan semua operasi seperti pemesanan bus-bus sebanyak 26 unit dan akomodasi lain," paparnya. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima laporan ada penumpang atau kru kapal yang mengalami sakit.

Bahkan dari informasi yang dia terima dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang, petugas telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh penumpang dan kru kapal. Semua dinyatakan fit dan sehat.

Juru bicara pemerintah dalam penanganan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) Achmad Yurianto menyatakan, turunnya penumpang kapal Viking Sun di Bali sudah sesuai prosedur. Ia menyampaikan hal itu saat menanggapi sudah diizinkannya kru dan penumpang kapal Viking Sun berlabuh di Bali.

"Berarti keputusan gubernur sudah dibuat. Tidak perlu saya masalahkan. Sudah dibuat keputusannya dan tentunya keputusan gubernur itu dibuat berdasarkan pertimbangan yang diberikan oleh dinas kesehatan. Kalau boleh turun berarti kan enggak ada yang ditangani," ujar Yurianto.

Felly Yakin Paloh Restui VAP: Bersaing dengan Tetty-E2L-Vicky

Saat ditanya mengenai dua penumpang yang sempat dilaporkan sakit, ia mengatakan jika seluruh kru dan penumpang kapal diizinkan turun maka dua penumpang yang sakit itu tidak mengidap covid-19. Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan virus corona tipe 2. "Berarti dua yang sakit tidak terkait covid-19," lanjut dia.

Kepala KSOP Kelas II Benoa Agustinus Maun mengatakan para penumpang kapal berbendera Norwegia tersebut akan pulang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. "Dari semua penumpang, ada 375 penumpang yang turun di Pelabuhan Benoa dan mereka akan kembali ke negaranya melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai" ujarnya.

Sementara sebagian penumpang lainnya turun untuk melakukan aktivitas wisatawan seperti biasa. Agustinus mengatakan, penumpang yang turun untuk jalan-jalan akan kembali dan menginap di kapal sebelum melanjutkan perjalanan besok sore.

"Yang saya tahu di kapal ada warga dari Amerika, Inggris, Kanada, Australia. Ada penumpang yang sudah melakukan persiapan kembali ke negaranya. Sementara yang lain melakukan aktivitasnya di Bali seperti biasa," ujarnya.

Agustinus menjelaskan, terkait dua orang di dalam kapal yang disinyalir suspect corona, melalui informasi dari pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, yang bersangkutan dinyatakan sehat. Namun demikian, kata dia, tetap diberikan perhatian khusus dengan mengambil sampel swap untuk kemudian diperiksa di laboratorium guna memastikan kondisi dua orang tersebut.

Corona Tewaskan 3.097 Orang di Dunia: Begini Kondisi Dua Pasien di RS Kandou

"Menurut informasi teman-teman KKP, mereka berdua dinyatakan sehat. Walau dinyatakan sehat, untuk meyakinkan lagi teman-teman KKP mengambil sampel swap untuk dibawa ke lab. Orang itu sebenarnya sehat, masih ada di kapal," kata Agustinus. (Tribun Network/adi/kps/wly)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved