Bandara Samrat Baru Tonjolkan Ciri Khas Budaya Sulut, Adhi Karya Target Selesai Sebelum Natal
Ia bilang, nantinya gedung terminal Bandara yang baru bakal mengusung ciri khas budaya Sulawesi Utara.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID - Proyek perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sudah dimulai.
Proyek berbanderol Rp 477 miliar ini dikerjakan PT Adhi Karya.
"Dengan adanya perluasan, luas total terminal bandara bertambah dari 26 ribu menjadi 57 ribu meter persegi," kata Direktur Operasional I Adhi Karya, Budi Sadewa dalam Ground Operasional Bandara Samrat Manado, Senin (09/03/2020).
Ia bilang, perluasan Bandara Samrat merupakan salah satu proyek monumental yang dikerjakan Adhi Karya.
"Banyak proyek monumental sudah dikerjakan Adhi Karya. Di antaranya yang paling terkenal, Monas, Masjid Istiqlal, Gedung Sarinah, Gedung Parlemen Senayan," katanya.
Ia bilang, nantinya gedung terminal Bandara yang baru bakal mengusung ciri khas budaya Sulawesi Utara.
"Akan ada desain yang bernuansa Batik Bentenan dan ciri budaya lokal lainnya seperti atapnya yang bergelombang, mewakili ciri Sulut daerah maritim," katanya.
Budi bilang, pihaknya menargetkan pekerjaan bisa tuntas sebelum kontrak berakhir 27 Oktober 2020.
"Harapan kami, pada saat liburan Natal dan Tahun Baru, terminal baru ini sudah bisa digunakan," ujarnya.(ndo)
• Ground Breaking Bandara Samrat Manado, Kapasitas Terminal Naik dari 2,5 Juta Jadi 5,7 Juta Penumpang
• OD-SK Salurkan Bantuan Korban Bencana Bolmong-Bolmut, Fokus Dulu Pemenuhan Kebutuhan Dasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ground-breaking-perluasan-bandara-samrat-manado-senin-09032020.jpg)