Omnibus Law

Disebut Bung Karno Pasti Akan Maki-maki, Rocky Gerung Tertawa Ledek Omnibus Law Buatan Jokowi

Awalnya Rocky Gerung menyoroti pembahasan undang-undang yang dilakukan secara tertutup. Kemudian?

Editor: Frandi Piring
YouTube Rocky Gerung Official
Rocky Gerung bahas Omnibus Law. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polemik Omnibis Law belakangan ini menjadi sorotan karena adanya penolakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum.

Pemerintah pun mendapat banyak kritikan atas Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang dianggap merugikan kepentingan buruh dan masyarakat banyak.

RUU Cipta Kerja dinilai lebih condong memprioritaskan kepentingan investor asing.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Rocky Gerung setuju dan menyebut RUU Cipta Kerja sebagai alat pemerintah untuk memperlancar jalan investor asing.

Dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Jumat (6/3/2020), awalnya Rocky Gerung menyoroti pembahasan undang-undang yang dilakukan secara tertutup.

Rocky Gerung menyebut hal tersebut sama saja memberi sinyal bahwa pemerintah memang sedang merencanakan niat buruk dengan tidak melibatkan banyak pihak dalam proses perancangannya.

Rocky Gerung bahas Omnibus Law.
Rocky Gerung bahas Omnibus Law. (YouTube Rocky Gerung Official)

"Undang-undang yang dibuat tertutup, publik tidak tahu, tiba-tiba muncul, itu artinya undang-undang itu memang sedang merencanakan kejahatan," katanya.

Ia lalu memaparkan sejumlah kejahatan yang akan lahir dari RUU Cipta Kerja, seperti penentuan upah, dan diabaikannya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

"Kejahatan dalam hal ini adalah menghalangi buruh untuk ikut terlibat dalam penentuan upah, menghalangi para protektor lingkungan untuk meneliti apakah AMDAL dilakukan atau tidak dilakukan," ujar Rocky Gerung.

"Jadi seluruh undang-undang itu sebetulnya, adalah undang-undang yang menghina akal pikiran publik, karena dilakukan secara gelap-gelap," lanjutnya.
Rocky Gerung tegas mengatakan produk hukum itu dibuat untuk menguntungkan investor asing.

"Menguras sumber daya tanpa perlu AMDAL, dan dengan upah murah," katanya.

Rocky Gerung lalu meledek visi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yakni Nawacita.

Menurutnya dengan adanya Omnibus Law, visi Jokowi akan berganti menjadi Nawaduka yang memiliki arti berduka, bukan lagi harapan atau cita-cita.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved