NEWS
Ustaz Yusuf Mansur Maafkan Pelaku Meski Terima Fitnah: Yang Terpenting Proses Hukum
Ustaz Yusuf Mansyu mendatangi Polrestabes Surabaya, Jumat (6/3/2020) sekitar pukul 08.00 WIB.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ustaz Yusuf Mansyu mendatangi Polrestabes Surabaya, Jumat (6/3/2020) sekitar pukul 08.00 WIB.
Ustaz Yusuf Mansyur masuk ke Gedung Anindita ditemani Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran.
"Ya untuk jalani pemeriksaan terkait property syariah fiktif," kata AKBP Sudamiran.
Dikutip dari Tribun Madura, Ustaz Yusuf Mansyur batal diperiksa penyidik Polrestabes Surabaya pada pertengahan Februari lalu.
Hal itu lantaran Ustaz Yusuf Mansyur menerima berita duka.
Lebih lanjut, AKBP Sudamiran mengatakan jika Ustaz Yusuf Mansyur akan jalani pemeriksaan sebagai saksi.
Meski begitu, ia mengatakan jika berkas perkara properti syariah itu kini telah dilimpahkan ke kejaksaan dengan satu orang tersangka, yakni M Sidik Sarjono.
"Kalau berkasnya sudah dilimpahka ke kejaksaan," ungkap AKBP Sudamiran .
"Ini untuk kami mintai keterangan saja sekalian press rilis terkait keterlibatan ustaz Yusuf Mansyur saat itu seperti apa," tandasnya.
Ingin Buktikan Tak Bersalah
Kasus penipuan properti syariah itu dibongkar Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya pada awal tahun 2020 lalu.
Ustaz Yusuf Mansyur datang dengan mengenakan kemeja batik biru dengan kopyah hitam.
Ia terlihat santai saat memenuhi panggilan Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Sambil menuju ke ruangan penyidik, Ustaz Yusuf Mansyur sesekali menimpali pertanyaan wartawan terkait kedatangannya.
"Alhamdulillah baik dan bahagia kabar saya," kata Ustaz Yusuf Mansyur.
"Ini memenuhi panggilan sesuai dengan janji saya bahwa kalau dipanggil sebagai warga negara yang baik, harus dipenuhi," sambung dia.
Ustaz Yusuf Mansyur mengaku, rencananya akan menyampaikan keterangan terkait pencatutan namanya dalam kasus properti syariah fiktif, Multazam Islamic Residence.
"Saya penuhi panggilan untuk menjelaskan dan memberikan keterangan sesua dengan apa yang saya tahu," kata dia.
"Bismillah, untuk membuktikan saya tidak bersalah," tambanya .
Disinggung terkait perkembangan kasus yang menyeret namanya, Ustaz Yusuf Mansyur enggan berkomentar lebih jauh.
"Sama pak Kapolres saja ya nanti. Beliaunya yang ngomong, lebih legkapnya sama beliau. Saya takut salah ngomong," tandasnya sambil berlalu.
Nama Dicatut
Nama dan foto Ustaz Yusuf Mansur dicatut dalam kasus penipuan perumahan fiktif.
Ustaz Yusuf Mansur mengaku tak ambil pusing dengan kasus ini dan memaafkan pihak penipu.
Selain itu, ia juga berharap adanya proses hukum untuk para korban yang sudah mengalami kerugian.
Ia juga menceritakan bagaimana ia sudah menerima banyak fitnah dari berbagai pihak.
Meski namanya dicatut dan berpotensi mencemarkan nama baik, Ustad Yusuf Mansur memilih memaafkan M Sidik Sarjono, otak pelaku penipuan ratusan konsumen perumahan syariah fiktif, Multazam Islamic Residence.
Menurutnya, ia tak ambil pusing soal pencatutan namanya itu.
"Yang terpenting, adalah proses hukum terhadap korban yang mengalami kerugian. Kalau untuk saya, nama itu bukan milik saya, milik Allah. Jadi ya sudahlah, kita maafkan," kata Yusuf Mansur, Jumat (6/3/2020).
Ustadz kondang itu juga mengatakan jika telah terbiasa menerima banyak fitnah terkait hal yang belum tentu kebenarannya.
"Ya kalau ada yang bilang saya ini penipu,pembohon saya tidak pernah jawab. Karena sebaik-baiknya penjawab ya aparat penegak hukum. Dari 2014 sudah bantak juga yang bilang ini itu.
Saya punya SP3 juga saya simpan sendiri. Tidak perlu menjelaskan ke orang yang tidak suka dengan kita kelihatannya gimana gitu. Kecuali kalau soal ekonomi umat, soal tegaknya tahfiz quran baru saya tanggapi," tambahnya.
Yusuf Mansur juga berpesan kepada masyarakat agar lebih berbaik sangka dan sabar dalam menanggapi setiap pemberitaan sampai benar-benar terkonfimasi.
"Kita kasih terimakasih kepada masyarakat yang percaya saya penipu, semoga diberi pahala dan kebaikan oleh Allah SWT. Lalu terimakasih kepada kepolisian telah mengungkap kasus ini. Selain itu semoga Allah mempersatukan persaudaraan umat. Semoga Allah SWT juga memaafkan kita semua yang percaya terhadap berita yang belum tentu benar juga. Ke depan semoga masyarajat mengutamakan berbaik sangka dan sabar terhadap setiap informasi yang ada,"tandas Yusuf Mansur.
SOSOK Ustaz Yusuf Mansur
Yusuf Mansyur terlahir dengan nama Jam'an Nurkhatib Mansur.
Ia lahir dari keluarga Betawi berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrifíah dan sangat dimanja orang tuanya.
Sejak kecil, ia anak yang cerdas, sehingga tampak kecerdasannya itu dari cara menangkap pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.
Madrasah ini didirikan Uyutnya, KH Muhammad Mansur yang dikenal dengan panggilan, Guru Mansur.
Belakangan sekolah dikelola Uwanya, KH Ahmadi Muhammad.
Yusuf Mansur memanggilnya, Ayah Mamat.
Sejak usia 9 tahun, Kelas 4 MI (Madrasah Ibtidaiyah), ia sering tampil di atas mimbar untuk berpidato pada acara Ihtifal Madrasah yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ramadhan.
Tamat MI , kemudian melanjutkan ke MTs (Madrasah Tsanawiyah) Chairiyah Mansuriyah, yaitu lembaga pendidikan yang dikelola oleh keluarganya, KH Achmadi Muhammad.
Dan Yusuf Mansur, adalah siswa paling muda usianya dibandingkan dengan teman-temannya yang lain.
Karena di usia 14 tahun, ia lulus dari Mts Chairiyah Mansuriyah, pada tahun 1988/1989, sebagai siswa terbaik.
Dari Mts Chairiyah Mansuriyah, kemudian ia melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol sebagai lulusan terbaik.
Lulusan Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di Fakultas Hukum, Jurusan Syari'ah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hal ini tertuang dalam pengantar bukunya "Lukmanul Hakim Mencari Tuhan yang Hilang" yang diungkap oleh Prof Dr H Amin Suma, MA MH.
Namun, berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.
Bikin Buku
Hidup Yusuf Mansyur mulai berubah saat ia berkenalan dengan seorang polisi yang memperkenalkannya dengan LSM.
Selama bekerja di LSM itulah, ia membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang.
Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya sewaktu di penjara saat rindu dengan orang tua.
Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.
Yusuf Mansur sering diundang untuk bedah buku tersebut.
Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya.
Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah kehidupan nyata.
Gaya bicaranya yang simpel dan apa adanya saat berdakwah membuat isi ceramah mudah dicerna dan digemari masyarakat.
Ia sekarang tengah menggeluti bisnis network yaitu VSI (Veretra Sentosa Internasional).
Yusuf Mansur juga menggagas berdirinya Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA) yang mencetak penghafal Qur'an melalui pendidikan gratis bagi para dhuafa yang ada di Pondok Pesantren Daarul Qur'an Bulak Santri.
Alamatnya di Jl Ketapang Poncol, Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Dana dari program ini diambil dari sedekah jamaah Wisata Hati.
Data diri:
Nama: Yusuf Mansur
Instagram: @yusufmansurnew
Lahir: Jakarta, 19 Desember 1976
Kebangsaan: Indonesia
Nama lain: Ustadz YM
Pekerjaan: Pimpinan Pesantren, Penceramah, Pengusaha, Penulis
Istri: Siti Maemunah
Anak: Wirda Salamah Ulya Mansur, Qumii Rahmatal Qulub Mansur, Muhammad Kunn Syafii Mansur, Muhammad Yusuf Al Haafidz Mansur, Aisyah Humairoh Hafidzoh Mansur
Orang tua: Abdurrahman Mimbar (Ayah), Humrifíah (Ibu)
Karya:
Buku Mencari Tuhan Yang Hilang
Sinetron Religi Maha Kasih
Film dan Sinetron Kun Fayakuun.
BERITA TERPOPULER:
• Lowongan Kerja di PT Pos Indonesia Lulusan SMP SMA SMK DIII, Penghasilan Besar, Ini Link Daftarnya
• Lakalantas Maut di Kawangkoan, Nyawa Nicky Tandayu Tak Tertolong, Begini Nasib Sopir Grandmax
• Kisah Wanita di Pedalaman Gorontalo Nikahi Anaknya Setelah 12 Tahun Janda, Terungkap Fakta Suku Ini
SUSBCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Ustaz Yusuf Mansyur Diperiksa Kasus Penipuan Perumahan Syariah: Maafkan Pelaku Meski Terima Fitnah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ustaz-yusuf-mansur-12121212.jpg)