Breaking News:

Omnibus Law

Buruh Cekcok Ketika Hendak Demo Omnibus Law, KASBI: Miskomunikasi di Lapangan

Ketika hendak demo menentang omnibus law, sejumlah buruh di Tangerang terlibat percekcokan sesamanya.

Editor: Isvara Savitri
Kompas.com
Sejumlah buruh mengikuti aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cekcok yang terjadi di antara sejumlah pekerja ketika akan demo tolak Omnibus Law RUU Cipta di Kabupaten Tangerang terjadi karena miskomunikasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno.

Sunarno mengatakan, pekerja atau buruh yang terlibat cekcok sudah berdamai.

Namun, permasalahan baru muncul ketika salah satu pengurus SP KEP SPSI diduga melaporkan ke kepolisian setempat mengenai kejadian tersebut.

"Penyebabnya miskomunikasi di lapangan aja. Dan sebenarnya sudah damai. Tapi masalah tersebut malah di perpanjang oleh perangkat atasnya," kata Sunarno saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/3/2020).

Sunarno mengatakan, saat ini, atas bantuan hukum dari Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3), enam pekerja yang ditangkap polisi sudah bisa kembali ke rumah.

Sementara itu, empat pekerja lainnya tengah diupayakan hingga siang ini bisa kembali ke rumah masing-masing.

"Insya Allah nanti siang akan kami lanjutkan utk melakukan berbagai upaya agar saudara kita tersebut bisa kembali ke rumah," ujarnya.

Lebih lanjut, Sunarno berharap, pihak SP KEP SPSI dapat mencabut laporannya di Kepolisian Resor Kabupaten Tangerang.

"Semoga pihak pelapor (ketua PUK SP KEP SPSI) sudah memaafkan dan akan mencabut laporan," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved