Virus Corona di Indonesia

8 Negara Ini Gunakan Cara Baru Mengganti Jabat Tangan untuk Menyapa di Tengah Wabah Virus Corona

Jabat tangan merupakan salah satu cara yang kini mulai dibatasi bagi negara-negara yang mulai terjangkit Covid-19.

IST
Ilustrasi jabat tangan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akibat paparan dan merebaknya virus corona di berbagai negara, hal mengenai jabat tangan kini di hindari.

Jabat tangan merupakan salah satu cara yang kini mulai dibatasi bagi negara-negara yang mulai terjangkit Covid-19.

Sebelum virus corona menyebar pada akhir Desember 2019 lalu, jabat tangan merupakan bentuk etika sopan santun di masyarakat.

Jabat tangan atau bersalaman adalah tradisi penyambutan singkat yang menyebar di seluruh dunia dimana dua orang memegang tangan satu sama lain, dalam kebanyakan kasus disertai dengan gerakan ke atas-bawah singkat pada tangan yang dipegang.

INFO BMKG: Perkiraan Cuaca Untuk 33 Kota Besar, Hari Ini, Kamis 05 Maret 2020

Memakai tangan kanan umumnya dianggap merupakan etiket yang sebenarnya.

Namun, sejumlah negara di dunia kini mulai mempertimbangkan etika cara menyapa yang baru sejak virus itu menjangkiti lebih dari 90.000 orang.

Pakar kesehatan sudah mengimbau agar kontak fisik diminimalkan demi menghindari terinfeksi virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu.

Dilansir AFP via The Guardian Selasa (3/3/2020), berikut merupakan cara menyapa pengganti jabat tangan di tengah penyebaran virus corona.

1. China

Di Beijing, ibu kota negara yang pertama kali melaporkan wabah tersebut, sebuah papan iklan menampilkan bentuk sapaan baru kepada warganya.

Otoritas menginstruksikan warganya untuk melakukan gestur gong shou, yakni menggabungkan kepalan di tangan kanan dengan tangan kiri yang terbuka.

Cara tersebut merupakan gestur tradisional yang sudah mengakar selama ribuan tahun di Negeri "Panda".

Kronologi 3 Siswa Pukul dan Injak Guru di Ruang Kelas, Bermula Daftar Hadir hingga Terancam 5 Tahun

2. Perancis

Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran memerintahkan agar pelukan maupun ciuman pipi (cipika-cipiki) sebisa mungkin dikurangi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved