Breaking News:

Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara

Dalam rangka mendukung pengembangan mata pencaharian lokal dan pengelolaan ekosistem berkelanjutan, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia

ISTIMEWA
Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Dalam rangka mendukung pengembangan mata pencaharian lokal dan pengelolaan ekosistem berkelanjutan, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerja di bawah DAI-USAID INVEST PROJECT untuk membantu para perempuan di bisnis perikanan lokal mengatasi hambatan terhadap inklusi keuangan.  

Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara
Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara (ISTIMEWA)

Melalui program ‘Akses ke Produk Keuangan: Mengintegrasikan Sistem Keuangan ke dalam Sistem Keterlacakan untuk Perikanan Skala Kecil di Manado, Bitung dan Sangihe, Sulawesi Utara’, sistem pencatatan dan dokumentasi elektronik diterapkan dengan tujuan untuk mengembangkan dan menerapkan solusi teknologi keuangan (FinTech) dan penguatan perekonomian bagi wanita di sektor perikanan skala kecil.

Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara
Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara (ISTIMEWA)

Kegiatan awal yang telah dilakukan oleh MDPI yaitu sosialisasi pada bulan November 2019 yang mencakup pemaparan program dan jadwal kegiatan hingga bulan Agustus 2020.

Selanjutnya, MDPI mengadakan pelatihan aplikasi Trafiz, sebuah sistem pencatatan elektronik berbasis Android yang diinisiasi oleh MDPI dengan dukungan USAID OCEANS.

Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara
Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara (ISTIMEWA)

Pelatihan Trafiz tersebut dilakukan untuk para pengusaha perikanan perempuan/tibo-tibo di 3 lokasi di Sulawesi Utara, yaitu Manado, Bitung dan Sangihe, sebagai salah satu upaya peningkatan pencatatan keuangan untuk pengembangan ekonomi.

Kegiatan ini berlangsung  selama 2 hari di tiga lokasi tersebut pada tanggal 18-22 Februari 2020 dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 154 peserta (132 perempuan dan 22 laki-laki).

‘Tibo-tibo’ adalah sebutan untuk penjual ikan, yang pada umumnya mencatat transaksi bisnis mereka secara manual menggunakan buku, namun ke depannya akan didampingi untuk menuju proses digitalisasi dengan menggunakan aplikasi Trafiz di perangkat Android mereka.

Dengan Trafiz, tibo-tibo cukup memasukkan data sesuai dengan format yang telah dirancang di aplikasi, termasuk informasi asal ikan berdasarkan nama kapal penangkap dan daerah tangkap, jenis dan berat ikan, harga beli, harga jual dan informasi lainnya, kemudian aplikasi akan menghitungkan untung/rugi secara otomatis.

Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara
Pengusaha Perikanan Wanita 4.0: Pelatihan Aplikasi Trafiz di Sulawesi Utara (ISTIMEWA)

Input data jenis dan berat ikan serta area tangkapnya diperlukan untuk mendukung sistem ketertelusuran (traceability), sehingga kita dapat mengetahui asal-usul ikan yang ditangkap dan jumlah potensi sumber daya di masing-masing lokasi.

Bahkan, catatan hutang/piutang juga dapat di-input ke dalam aplikasi; setelah keuntungan dan kerugian terhitung secara otomatis, merekapun dapat melakukan pencatatan hutang-piutang, sehingga dapat diketahui jumlah sisa hutang di luar, juga pendapatan dari piutang.

Sebagai laporan akhir, mereka dapat mengunduh laporan keuangan secara mingguan, bulanan dan tahunan sebagai bukti penjualan yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai kepentingan.

Kegiatan Pelatihan Trafiz di Sulawesi Utara dibuka dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat: Bpk. Audi Dien, S.Pi, M.Si (Kepala Balai BP3 Tumumpa) dan Ibu Rike Lukas, S.T. (Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan DPKP Kota Manado) di Manado; Bpk. Frangky M. Runtukahu, S.Pi, M.Sc (PLT Kepala Dinas Kelautan Perikatan Kota Bitung) dan Bpk. Hanny Yesaya Rumopa, S.Pi, M.Si (Kepala Bidang Operasional Pelabuhan dan Kesyahbandaran) di Bitung; Ibu Feriati Takahindengen (Kepala Seksi Pemasaran DKP Sangihe) di Sangihe.

Selama berlangsungnya kegiatan pelatihan, peserta terlihat sangat antusias dalam menggunakan aplikasi keuangan tersebut.

Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan wawasan dan kebiasaan baru bagi para tibo-tibo untuk selalu mencatat hasil tangkapan, guna mendukung penguatan ekonomi yang lebih bijak dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.(ADV)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved