Sulut Maju
RUPS Bank SulutGo Posisi Komisaris-Direksi Masih Aman, Gubernur Singgung Soal Musim Corona
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemegang Saham Bank SulutGo mengadakan rapat luar biasa. Isu yang berkembang di awal, ajang ini akan merombak struktur petinggi Bank SulutGo di jajaran Direksi dan Komisaris, apalagi di tengah performa Bank yang labanya menyusut di tahun 2019.
Hasilnya usai RUPS di Yama Resort, Minahasa, Senin (2/4/2020), isu perombakan itu belum terealisi.
Posisi ajaran Komisaris dan Direksi masih aman.
Adapun, saat ini Direktur Utama dijabat Jefry Dendeng, kemudian jajaran Direktur Mahmud Turuis, Revino Pepah, Meiky Taliwuna, dan Welan Palilingan Sementara Jajaran Dewan Komisaris yakni Komisaris Utama Sanny Parengkuan, kemudian Komisaris Max Kembuan, Peggy Mekel, Frederik Worang, dan Rudy Iksan.
• Ini Identitas Mayat yang Ditemukan Tenggelam di Pantai Sekitar Bahu Mall
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) pun menanggapi hasil RUPS itu dengan candaan
"Tidak ada yang istimewa, karena musim Corona jadi tidak ada yang lain- lain," ujarnya sembari tersenyum.
Tapi tak serta merta posisi Direksi dan Komisaris akan di waktu mendatang
Gubernur mengatakan, satu di antara hasil RUPS pemegang saham Bank Sulut Go memberikan kuasa kepada PSP untuk menunjuk dan mengangkat pengurus baru.
• Elly Temui Olly, Bicara Pembangunan Talaud, Singgung Jembatan Melonguane-Kabaruan
Kapan waktunya mengangkat pengurus baru? "Tergantung Gubernur mimpi bagus," ungkap Gubernur kembali bergurau yang langsung diselingi tawa.
Gubernur menjelaskan, langkah itu diambil karena kaitannya juga dengan periodisasi jabatan Komisiris dan Direktur yang tinggal sampai September 2020.
Supaya tidak perlu disibukan dengan RUPS lagi maka pergantian Komisaris - Direksi diserahkan ke Gubernur.
• BPBD Bolsel Kirim Tim Bersihkan Jalan Trans Sulawesi Pasca-Pohon Tumbang
Gubernur juga mengatakan, pemegang saham sudah berkomitmen memberatkan Bank Sulut Go dengan cara penambahan modal
"Kita punya komitmen 2024 modal Bank Sulut Go Rp 3 triliun, pemegang saham mempersiapkan penyertaan modal tambahan sampai 2024," ujarnya. (ryo)