Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wabah Virus Corona

Ibu dan Anak di Depok Positif Terjangkit Virus Corona, DPRD Minta Sediakan Sabun Antiseptik

Sejumlah daerah mulai bersiaga mengantisipasi penyebaran virus corona setelah ada kabar dua warga Indonesia yang positif.

Tayang:
Editor: Alexander Pattyranie
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Ruang isolasi di RS dr Slamet Garut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah daerah mulai bersiaga mengantisipasi penyebaran virus corona setelah ada kabar dua warga Indonesia yang positif.

Pihak DPRD pun meminta pemerintah untuk waspada terhadap penyebaran virus corona.

Enan, Wakil Ketua DPRD Garut, mengatakan, kewaspadaan terhadap virus corona harus ditingkatkan dengan diumumkannya dua warga positif corona.

Upaya pencegahan harus dilakukan agar tak terjangkit virus corona.

"Bisa pakai masker untuk mencegahnya.

Tapi juga jangan lupa mencuci tangan.

Kesadaran cuci tangan di kita, kan, masih minim," ujar Enan ditemui di Gedung Pendopo Garut, Senin (02/03/2020).

Ia meminta setiap instansi dan tempat umum untuk menyediakan sabun antiseptik.

Hingga kini, ia belum melihat upaya tersebut dilakukan.

"Di Garut saya lihat belum ada (yang menyediakan sabun antiseptik).

Padahal sebagai daerah wisata, harus ada upaya itu. Sabun cuci tangan ini bisa jadi pencegah penyebaran corona," ucapnya.

Enan bahkan telah meminta kepada Sekretariat Dewan (Setwan) untuk menyediakan sabun antiseptik.

Ia harap, upaya itu bisa jadi contoh untuk instansi dan tempat publik yang lain.

"Orang ke Garut itu, kan, enggak tahu darimana asalnya. Selain masker, sabun cuci tangan ini harus disiapkan," katanya.

Enan meminta kepada Dinas Kesehatan untuk terus memantau perkembangan setiap warga yang memiliki ciri terkena virus corona.

Masalah virus corona bukan hal yang bisa dianggap sepele.

Ibu dan Anak di Depok Positif Virus Corona

Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona.

Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Tim Kemenkes pun melakukan penelusuran.

Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan.
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. (AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT)

"Orang jepang ke Indonesia bertamu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi.

"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," tutur Presiden.

Namun, Jokowi belum mau mengungkapkan ibu dan anak itu berada di daerah mana. Jokowi hanya memastikan keduanya di Indonesia.

Terawan Tanggapi Santai Soal Keraguan PM Australia Terkait Virus Corona: Orang Ragu Ya Biarin Saja

Dunia internasional ragu dengan status tersebut, termasuk Perdana Menteri Australia, Scott Morison.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto justru menanggapinya dengan santai.

Ia tidak ingin mengambil pusing keraguan Scott tersebut.

"Orang ragu ya biarin saja, nanggapin orang ragu lak pusing," kata Terawan dikutip dari instagram @kompastv.

Terawan menegaskan bahwa mengatasi pihak yang ragu hanya dengan kejujuran.

"Menanggapi orang ragu adalah kenyataan, keterbukaan, kejujuran," imbuhnya dalam konferensi pers di Majalengka Jawa Barat pada Minggu (1/3/2020) malam.

Sementara itu, keraguan Scott diungkapkan dalam wawancara dengan Stasiun Radio Australia, 3 AW.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020).
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020). (Kompas.com)

Menurutnya, Indonesia kemungkinan belum menemukan satu kasuspun Virus Corona lantaran RI merupakan negara yang besar dan terpisah-pisah oleh kepulauan.

"Itu Indonesia adalah negara yang sangat besar dan banyak pulau dan akan sangat sulit untuk memberikan jaminan absolut tentang jumlah tersebut," ungkap Scott.

"Klaim nol infeksi di Indonesia adalah 'fungsi dari kemampuan mereka untuk menguji', ada kemungkinan kasus dan mereka belum mengonfirmasinya," ujar Scott.

Lihat video berikut:

(tribunjabar.id/Firman Wijaksana/Kompas.com)

BERITA TERPOPULER :

 Ibu dan Anak di Indonesia Positif Virus Corona, Terjangkit Setelah Berhubungan dengan WN Jepang

 Wanita yang Sudah Menikah, Sangat Beresiko Terkena Kanker Serviks, Daripada yang Belum

 PT Angkasa Pura Support Buka Lowongan Kerja, SMA SMK D3 S1, Buka 6 Posisi, Cek Syarat & Link Daftar

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Dewan Minta Pemkab Garut Sediakan Sabun Antiseptik, Antisipasi Penyebaran Corona dan di Kompas.com https://nasional.kompas.com/read/2020/03/02/11265921/breaking-news-jokowi-umumkan-dua-orang-di-indonesia-positif-corona

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved