Cerita Warga Cium Kaki Menteri Basuki
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono disambut hangat saat kunjungan kerja di Kota Bitung
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono disambut hangat saat kunjungan kerja di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (1/3/2020). Tangan Menteri Bas, sapaan akrabnya, sempat dicium warga yang gembira setelah mendapatkan penjelasan dari sang Menteri soal sumber air bersih yang perlu dilestarikan.
• Minum 2 Gelas Air Putih Sebelum Makan Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan
Kejadian ini berlangsung saat Menteri Bas berdialog dengan masyarakat adat Negeri Danowudu dan perwakilan Aliansi Peduli Aerujang 'Air Dimuliakan Sungai Dilestarikan' Kota Bitung. Hadir Ketua Adat Negeri Danowudu Neltje Tengker, Dewan Adat Negeri Danowudu Ut Tengker dan perwakilan Aliansi Ferdy Pangalila.
Sambil berdialog, Menteri Bas disugguhkan dengan bunyi deras jatuhnya air dari sumber mata air. Terpantau ada sekitar 7 dari belasan titik yang mengeluarkan air. Jumlah itu mengalami pengurangan diduga akibat proses pengerjaan Jalan Tol Manado-Bitung, dekat hutan adat.
"Sumber air ini berasal dari hutan adat dengan luasan sekitar 1,7 hektare, warisan adat yang terus dijaga dan dipelihara oleh kami sampai sekarang. Dan kondisi sekarang beberapa titik air tidak ada lagi karena pembangunan jalan tol," kata Tengker.
Dia nampak berkaca-kaca mengatakan, sumber mata air yang diberi nama Aerujang terus dijaga dan dilestarikan. Namun ironisnya, mereka diundang di kantor kecamatan lalu disampaikan bahwa lokasi ini telah digusur. Dia juga menyesalkan, lahan hutan adat dan sekitarnya dikomersilkan. "Kami hanya minta geser 200 meter dari titik sumber mata air," ujar Pangalila.
Menteri Bas menyebut bahwa dasar ilmunya adalah geologi. Terkait pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung di lokasi Aerujang Danowudu, ada sumber air yang dipotong topografinya. Kalau topografinya lurus, air tidak akan keluar. "Saya sendiri tidak boleh kalau memasang di sini. (Mata air) Ngak boleh dirusuk, saya sendiri akan melarang," kata Menteri Basuki sambil menunjuk ke arah titik-titik mata air.
• XL Axiata Gelar DigiRace 2020, Buktikan Kehandalan Jaringan Data di Manado
Apa yang disampaikan Menteri sontak mendapat respons tepuk tangan dan sorak. Ferdy yang menggenakkan kaus hitam sujud syukur dan mencium kaki Menteri Bas. Sedangkan Ibu Neltje Tengker dan Ut Tengker berlinang air mata, berpelukan dan mencium pipi kiri dan kanan Menteri. "Terima kasih Pak Menteri," ungkap mereka.
Menurut Neltje, perjuangan mereka tidak sia-sia. Kata dia, masyarakat tidak menghambat pembangunan tol, sebagai program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. "Kami hanya berharap dan meminta pengerjaan jalan tol tidak ganggu sumber mata air Aerujang," kata Neltje.
Perjuangan masyarakat adat Negeri Danowudu dan Aliansi Aerujang untuk mengeser pembangunan jalan tol dari titik sumber mata air dan hutan adat di Lingkungan 7, Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Girian akhirnya membuahkan hasil. Keberadaan sumber mata air yang berbatasan dengan Kelurahan Danowudu dan Pinokalan Kecamatan Ranowulu sangat penting. Masyarakat bahu membahu melakukan penolakan dengan berbagai cara sejak Desember 2018.
Menteri Basuki melihat langsung proses pengerjaan jalan tol. Memakai kemeja lengan panjang digulung warna putih, rompi warna kuning biru bertuliskan safety first dan memakai topi bertuliskan PUPR, menteri yang mahir main drum ini didampingi Sekprov Sulut Edwin Silangen, Kapolda Sulut Irjen Royke Lumowa dan rombongan dari instansi terkait di Jakarta.
• 5 Artis yang Terseret Kasus Pembobolan Kartu Kredit, dari Gisel, Jedar hingga Awkarin
Menteri melihat langsung sumber mata air. Di lokasi hadir Wali Kota Bitung Max J Lomban, Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo, Sekda Audy Pangemanan, Pemerintah Kecamatan Girian, Kelurahan Girian Permai, serta pengaman dari unsur TNI-Polri. Ikut bersama rombongan Menteri Bas, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Jalan Bebas Hambatan Perkotaan dan Fasilitas Dalam Daerah Hedy Rahadian, Kepal Biro Komunikasi Publik Endra Saleh Atmawidjaja. (crz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menteri-pupr-kunjungi-aerujang.jpg)