UPDATE Wanita Penabrak Ibu Hamil 7 Bulan Sering Nangis Ketakutan hingga Polisi Tangguhkan Penahanan

FM terpukul dan trauma atas ketidak sengajaannya menabrak seorang ibu hamil hingga meninggal dunia, Sabtu (22/2/2020) lalu.

UPDATE Wanita Penabrak Ibu Hamil 7 Bulan Sering Nangis Ketakutan hingga Polisi Tangguhkan Penahanan
ISTIMEWA/Tangkap layar akun Faceboook dan TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Wanita hamil tertabrak mobil di Palmerah Jakarta Barat. Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com dengan judul Ibu Hamil Tewas Ditabrak Pengemudi Belajar Nyetir, Suami Gedor Kaca Mobil, Pelaku Tak Berani Turun, https://newsmaker.tribunnews.com/2020/02/28/ibu-hamil-tewas-ditabrak-pengemudi-belajar-nyetir-suami-gedor-kaca-mobil-pelaku-tak-berani-turun?page=all. Editor: Listusista Anggeng Rasmi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi menyebut FM (28) tersangka yang menabrak wanita hamil 7 bulan mengalami ketakutan dan tak mau makan.

FM terpukul dan trauma atas ketidak sengajaannya menabrak seorang ibu hamil hingga meninggal dunia, Sabtu (22/2/2020) lalu.

FM yang berada di Kantor Satlantas Jakarta Barat disebut sering melamun dan menangisi apa telah terjadi.

Nafsu makannya pun sama sekali tak ada.

"Pelaku begitu menyesal, saat diperiksa saja dia bengong terus dan enggak nafsu makan. Katanya dia ketakutan karena mengaku masih selalu terbayang-bayang kejadian itu," kata Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko menceritakan perilaku FM saat ditemui di Pos Lantas Slipi, Jakarta Barat, Jumat (28/2/2020).

FM adalah pengemudi Toyota Rush warna hitam yang menabrak Erlinda (26) seorang wanita yang tengah hamil tujuh bulan.

Hari memahami bahwa FM begitu trauma, mengingat antara pelaku dan korban sama-sama perempuan.

"Ya namanya pelaku dan korban kan sama-sama perempuan, apalagi korban juga lagi hamil jadi pasti dia begitu ketakutan lah," kata Hari.

Hari mengatakan, selain menyesali perbuatannya, FM juga begitu bertanggungjawab terhadap korban dan keluarganya.

Adapun saat kejadian, pelaku dan suaminya yang membawa korban ke Rumah Sakit Bakti Mulia untuk mendapat pertolongan medis.

Bahkan, kata Hari, pelaku sudah mengeluarkan uang sampai Rp 70 juta untuk membayar pengobatan hingga pemakaman korban dan cabang bayinya yang dikebumikan di kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah.

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved