Pertamina Rangkul Produsen Kopi Kalosi Masuk Pasar Internasional, Serahkan Bantuan Modal Rp 1,1 M

Suryani adalah pemilik usaha kopi asal Enrekang, Sulsel. Dengan bendera UKM Maghfira Baroko yang sudah ditekuninya belasan tahun.

Pertamina Rangkul Produsen Kopi Kalosi Masuk Pasar Internasional, Serahkan Bantuan Modal Rp 1,1 M
Istimewa/Pertamina MOR VII Sulawesi
Penyerahan bantuan Rp 1,1 Miliar Pertamina MOR VII sebesar Rp 1,1 miliar bagi 21 orang calon enterpreneur sukses, salah satunya Ibu Suryani di Makassar.  

TRIBUNMANADO.CO.ID – Suryani tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Wanita berusia 60 tahun ini sumringah.

Permohonan modal kerja usahanya yang diajukan lewat Program Kemitraan (PK) disetujui PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII.

"Saya ajukan pinjaman Rp 50 juta," ujarnya penuh bahagia.

Suryani adalah pemilik usaha kopi asal Enrekang, Sulsel. Dengan bendera UKM Maghfira Baroko yang sudah ditekuninya belasan tahun.

Biji kopinya memiliki body medium dengan sedikit rasa rempah-rempah. Varietas ini punya potensi pangsa pasar cukup menjanjikan.
Biji kopinya memiliki body medium dengan sedikit rasa rempah-rempah. Varietas ini punya potensi pangsa pasar cukup menjanjikan. (Istimewa)

Tahun ini ia kembali mengajukan pinjaman bergulir sangat lunak melalui program kemitraan Pertamina. Sebuah program pemberian modal usaha bergulir dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi sektor usaha mikro, kecil dan menengah.

Sebetulnya, ini bukan kali pertama Suryani mengajukan program serupa. Sekitar enam tahun lalu, ia pernah mengajukan program pinjaman sangat lunak ini ke Pertamina juga.

Waktu itu ia mengajukan Rp 30 juta. Bahkan, tiga tahun lalu, setelah pengajuan PK pertama lunas, ia kembali mengajukan PK kedua kalinya dan mendapat pinjaman Rp 50 juta.

Berbekal modal dari Pertamina itulah, Suryani mengaku usahanya tumbuh pesat.

Dari yang semula menggunakan alat sederhana dengan produksi 5 kg kopi/minggu, kini pabrik kopinya yang sudah dilengkapi mesin roasted lumayan canggih mampu memproduksi hingga 1 ton dalam satu bulan.

"Dulu tidak punya pekerja, sekarang punya 6 karyawan. Bahkan kalau lagi musim panen kopi, bisa 30 karyawan," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved