Hasto dan Satpam Diperiksa KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali memeriksa Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Hasto dan Satpam Diperiksa KPK
Kompas.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (24/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali memeriksa Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/2). Nurhasan, petugas satuan pengamanan (satpam) di kantor Hasto, turut diperiksa penyidik.

Olly Sambut Baik Upaya ‘Rembuk’ Elly, Tito Minta E2L-MAP Dekati Gubernur

Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Hasto dan Nurhasan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengajuan caleg PDIP Harun Masiku sebagai anggota DPR 2019-2024 melalui mekanisme Pergantian Antar-waktu (PAW). Keduanya diperiksa untuk tersangka komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WSE (Wahyu Setiawan)," kata Ali kepada wartawan.

Hanya sekitar 2,5 jam Hasto menjalani pemeriksaan penyidik komisi antirasuah.

Hasto mengaku ada 14 hal yang disampaikannya saat diperiksa penyidik KPK.

Namun, dia menolak menginformasikan materi pemeriksaannya itu. Dia juga tidak mau menjawab saat ditanya wartawan soal keberadaan tersangka Harun Masiku saat ini. Ia mempersilakan wartawan menanyakan hal itu ke pihak KPK.

"Berkaitan dengan substansi silakan ditanyakan kepada KPK, intinya saya mengikuti seluruh proses hukum. Saya penuhi panggilan sebagai saksi itu dan saya berikan saksi dengan sebaik-baiknya," kata dia ke wartawan usai pemeriksaan.

Hasto justru kembali mengklaim bahwa PDIP berhak memasukkan Harun Masiku ke DPR melalui mekanisme PAW berbekal surat keputusan dan fatwa Mahkamah Agung. "Intinya partai berdaulat, partai peserta pemilu dan kursi yang dimiliki itu adalah kursi milik partai sehingga ketika ada persoalan partai punya kedaulatan," kata Hasto.

Lebih kurang sama, Nurhasan juga enggan menjawab saat ditanya wartawan soal pemeriksaan. ia meminta menanyakan hal itu kepada KPK.

Dinas Olahraga Gelar Pelatihan Paskibraka, Bakal Rekrut 60 Siswa dan Disaring

Dia juga menghindar dari wartawan saat ditanya soal hubungan dengan Harun Masiku. "Tanya aja ke dalam, tanya ke KPK," kata Nurhasan.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved