Polisi Tetapkan Tiga Tersangka atas Tewasnya 10 Siswi

Penyidik Satuan Reskrim Polres Sleman, Yogyakarta, menetapkan tiga pembina Pramuka SMPN 1 Turi sebagai tersangka.

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka atas Tewasnya 10 Siswi
ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO via KOMPAS.COM
Suasana saat petugas melakukan penyisiran lanjutan untuk mencari sejumlah anggota pramuka SMP N 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Pandowoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020). Saat ini tim gabungan berhasil menemukan sebanyak sembilan korban meninggal dunia yang hanyut terbawa arus aliran Sungai Sempor saat melakukan susur sungai pada Jumat (21/2/2020), sementara satu orang belum terkonfirmasi. 

TRIBUMMANADO.CO.ID, SLEMAN - Penyidik Satuan Reskrim Polres Sleman, Yogyakarta, menetapkan tiga pembina Pramuka SMPN 1 Turi sebagai tersangka. Ketiganya berinisial IYA (36), warga Caturharjo Sleman yang juga sebagai guru olahraga; R (58) warga Turi yang juga guru seni budaya, dan DS (58) warga Ngaglik.

"Ketiga pembina ini sama sekali tidak ada kesiapan, sementara gejala alam sudah terbaca, cuaca mendung, dan ada tanda gerimis, dan siswa hanya bisa menurut," ujar Wakil Kapolres Sleman Kompol Akbar Bantilan pada konferensi pers di Mapolres Sleman, Selasa (25/2).

Dendam Lama Duel Pertama Guardiola

"Ketiganya punya sertifikat dalam hal kepramukaan tapi kesiapan itu yang tidak dipikirkan dan berdampak pada siswa-siswi," imbuh Wakil Kapolres.

Menurut Kompol Akbar, IYA sekalu guru olahraga merangkap pembina Pramuka, namun saat pelaksanaan kegiatan susur sungai, dia tidak ikut serta. "Justru IYA tidak ikut turun (ke sungai), bahkan pergi keperluan transfer uang di bank. Setelah kejadian, baru datang untuk ikut membantu. Padahal kejadian itu sekejap, pembina yang ikut turun pun ikut terseret," bebernya.

BUkan hanya IYA, saat kegiatan, tiga tersangka ini justru tidak ikut susur sungai. Padahal, ide dan penentuan lokasi  dari ketiga orang ini. Akbar menjelaskan, kepala sekolah sudah diperiksa dan dari keterangannya, kepala sekolah tidak menerima laporan akan kegiatan susur sungai hari nahas itu.

Kegiatan hari itu di luar pengetahuan sekolah. Dalam kasus ini, poin yang ditekankan adalah pembina yang mengontrol dan menggiring 249 siswa dalam susur Sungai Sempor.

Semua tersangka telah memiliki sertifikat Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka. Mereka dinilai lalai mengedepankan manajemen risiko. Ketiganya dihadirkan di depan awak media dan warga pada konferensi pers itu.

Ketiganya dianggap bertanggung jawab atas kejadian tenggelamnya siswa-siswi anggota Pramuka saat susur Sungai Sempor pada Jumat (21/2) sore, yang mengakibatkan 10 siswi meninggal dunia.

Wakapolres mengatakan, setelah gelar perkara, telah didapatkan cukup alat bukti sehingga penyidik menambah daftar tersangka yang semula seorang yakni YIA. Kini menjadi orang, dengan tambahan R dan DS.

Info Pelantikan Elly hanya Ramai di Medsos: Asisten I Pemprov Belum Tahu

Berdasarkan fakta hasil pemeriksaan, dari tujuh pembina yang bertugas saat itu, hanya empat yang ikut susur sungai. Padahal peserta susur sungai sore itu adalah 249 orang. Artinya 1 pembina mengawal 60-an siswa. "Bisa dibayangkan 200-an siswa diampu hanya empat pembina," ucap Kompol Akbar Bantilan. 

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved