Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tersangka Pembunuhan Kalasey Tertangkap

Polisi Minta Pelaku Pembunuhan Andrea Sepang yang Buron Segera Serahkan Diri, Ini Ancamannya!

Kapolsek Pineleng Iptu Gian Wiatma Jonimandal meminta para pelaku segera menyerahkan diri jika tidak polisi akan bertindak tegas.

Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
Tribun Manado/ISTIMEWA/Jufri Mantak
3 tersangka pembunuh Andrea Sepang dan jenazah korban 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepolisian meminta para pelaku penikaman terhadap Andrea Sepang (24) warga Desa Kalasey, Kecamatan Mandolang, Minahasa yang masih buron untuk segera menyerahkan diri . 

Kapolsek Pineleng Iptu Gian Wiatma Jonimandal meminta para pelaku segera menyerahkan diri jika tidak polisi akan bertindak tegas.

"Bagi saya, yang lain agar menyerahkan diri baik-baik, karena sampai kapanpun kita akan cari," tegas Gian.

Iptu Gian menegaskan jika para tersangka tak menyerahkan diri akan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi akan bertidak tegas.

Nofri Maramis, komandan tim Resmob Polda Sulut mengatakan, selanjutnya tim akan melakukan pengembangan setelah penangkapan tersangka Kellen. Sebab pelaku diperkirakan 11 orang.

"Tim akan melakukan pengembangan kepada pelaku lain atas nama Vani di Desa Pandu, Wori," ucap Nofri.

Polisi sudah menangkap 4 tersangka yakni JW alias Ibi (17), RL alias Buds (20), RP alias Spell (23), dan KRS (37) alias Kellen terhadap Andrea Sepang (24) ditikam bersama Marselino Suatan (23).

7 tersangka yang diduga ikut melakukan penikaman masih buron.

Diketahui, Andrea Sepang (24) ditikam bersama Marselino Suatan (23), pada Jumat (21/2/2020), sekitar pukul 03.00 Wita.

Andrea Sepang meninggal dunia Minggu (23/2/2020) sedangkan Marselino Suatan dirawat di rumah sakit.

Tersangka Kellen mengaku setelah menikam korban. Dia melarikan diri ke rumah orangtuanya di Jakarta.

Saat mendengar korban meninggal, dia menyerahkan diri ke polisi.

Tersangka Kellen mengaku awalnya mereka ada lima orang sudah naik mobil, menuju Kalasey acara pernikahan.

Mereka akan ke sana melihat teman bernama Jesen.

Selain mobil, ada 3 sepeda motor dari lorong Mahakeret juga mengikuti mereka untuk ke acara yang sama.

"Jesen sudah bilang sampai Kalasey, lihat saja janur kuning langsung masuk saja.

Ketika lihat janur masuk belok kanan, sekitar sepuluh meter acaranya, dan sudah ada tiga motor mengadang di tengah jalan motornya digas-gas," kata Kellen.

Lanjutnya, mobil langsung berputar dan keluar, tapi tiga motor ini tetap mengikuti mobil mereka.

"Saat dikejar, kami bertemu dengan tiga motor anak lorong saling berboncengan jadi enam orang, yang saya kenal motor kedua, lalu saya bilang hati-hati jangan bungkus kalian," tambahnya.

Tersangka Kellen melihat di kaca spion mobil yang ia kendarai, ketiga motor anak lorong langsung berputar dan berkelahi dengan yang mengejar.

 Ketika ia melihat mereka, sudah berbalik ia bersama rekannya di mobil langsung parkir, lalu turun semua.

"Saat saya sampai di belakang mobil, satu orang sudah melompat di pagar, sedangkan satu orang yang korban juga ingin ikut melompat ke pagar. Tapi sempat saya temui dan langsung tikam di bagian belakang beberapa kali," ucapnya.

Saat ia sementara menikam, datanglah tersangka Budo atau Renaldi Lintong juga menikam.

Dia mengungkapkan dia dan teman-temannya ikut menikam kedua korban, selesai itu mereka langsung naik mobil dan lari.

Ia mengaku sudah dua kali masuk penjara yang pertama kasus penikaman di Manado, kedua menikam orang Ambon di Jakarta.

Dia menyebut hanya menikam sendiri korban Marselino Suatan tapi Andrea ditikam banyak orang.

Setelah menikam, dia kabur ke rumah orangtua di Jakarta dan menonaktifkan ponsel.

Namun, dia menyerahkan diri setelah tahu korban yang tidak dikenalnya itu meninggal dunia karena tikaman.

Dia pun dijemput polisi di Bandara. 

Kronologi Penikaman

Andrea Sepang dan Marselino Suatan  luka tikam di tubuh dilakukan para tersangka yang kini sudah ditangkap polisi

Kapolsek Pineleng Iptu Gian Wiatma, menjelaskan, kronologis peristiwa itu, bermula, kedua korban dan rekan-rekan mereka, baru selesai menghadiri acara perkawinan Desa Kalasey Dua, Kecamatan Mandolang.

Saat melintas lokasi kejadian, ke dua korban dan rekan-rekannya, dicegat para tersangka yang menikam korban Marselino.

Melihat hal tersebut, rekan-rekan korban lari dari lokasi kejadian, sementara korban Andrea coba lari meloncat pagar.

Para tersangka kemudian menikam korban Andrea di bagian belakang, dan meninggalkan lokasi kejadian yang menggunakan sepeda motor. 

Andrea Sepang akibat mengalami empat luka tikam di tubuhnya.

Curhat Ayah Andrea Sepang

Olly Sepang, ayah Andrea Sepang yang tewas ditikam para pemuda misterius mencerikan sosok korban.    

Diketahui,  Andrea Sepang meninggal dunia pada Minggu (23/02/2020) setelah ditikam sejumlah pemuda.

Penikaman terjadi di ruas jalan Desa Kalasey Dua,Kecamatan Mandolang, tepatnya di jalan raya di depan kantor Balai Pembibitan Tanaman Pangan (BPTP), Jumat (21/2/2020) sekitar pukul 03.00 Wita.

Andrea Sepang akibat mengalami empat luka tikam di tubuhnya, yang dilakukan oleh sekelompok anak muda yang belum diketahui.

Andrea Sepang sempat dirawat selamah tiga hari di Rumah Sakit.

Olly Sepang mengatakan, bahwa dia dengan almarhum Andrea Sepang sangat dekat.

"Dia anak yang dengar-dengaran, sebelum dia pergi ke acara perkawinan, dia sempat berbincang dengan saya di rumah, saat itu ibunya sedang pulang kampung di Tombatu, Mitra," ujarnya.

Pembicaraan ayah dan anak itu mengenai pembangunan rumah mereka.

"Waktu itu, saya berkata kepada anak saya Andrea, bahwa akan rencana membangun rumah kami, dan dia mengatakan iya, buat aja rumah kita," ucap Olly.

Setelah berbincang, lanjutnya, Andrea pamit pergi ke acara perkawinan dengan teman-temannya.

"Jumat subuh, sekitar pukul 04.00 Wita, handphone saya berbunyi, dan salah lihat kontak Andrea yang memanggil, saat diangkat, bukan Andrea yang bicara," jelasnya.

Tambahnya, yang menelepon itu, ternyata teman dari Andrea, dan mengatakan kepadanya agar pergi ke rumah sakit, karena Andrea sedang dirawat di rumah sakit.

"Waktu itu, saya langsung telepon istri saya, dan mengatakan bahwa Andrea ditikam dan sekarang di rumah sakit," katanya.

Katanya, Jenazah Andrea, akan dimakamkan Senin (24/2/2020) siang, di Desa Kalasey.

Sosok Andrea Sepang

Andrea Sepang dikenal sosok baik oleh keluarga dan warga lainnya

Terpantau, bukan hanya keluarga yang menangisi kepergian Andrea Sepang.

Warga setempat pun ikut menangis ketika melihat pemuda yang dikenal anak baik itu, pulang ke rumah sudah di dalam peti jenazah.

"Andre, kapan lagi kamu mau pergi ke rumah kami," ujar seorang ibu yang mendekati jenazah almarhum Andrea, sambil menangis.

Terpantau, ketika jenazah korban tiba di rumah duka, ratusan warga setempat sudah menunggu di rumah duka, menjemput kedatangan jenazah almarhum Andrea.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved