Misa Rabu Abu

Pastor John Rawung Pimpin Misa Rabu Abu, Pastoral Ekonomi untuk Ketahanan Ekonomi Umat

Pastor John Rawung MSC memimpin misa Hari Rabu Abu di gereja Katolik Stasi Fransiskus Xaverius Maumbi, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara.

Pastor John Rawung Pimpin Misa Rabu Abu, Pastoral Ekonomi untuk Ketahanan Ekonomi Umat
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Pastor John Rawung Pimpin Misa Rabu Abu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pastor John Rawung MSC memimpin misa Hari Rabu Abu di gereja Katolik Stasi Fransiskus Xaverius Maumbi, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu (26/02/2020).

Setelah renungan, ia menandai dahi umat dengan abu.

Dalam khotbah ia membacakan Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado tahun 2020.

Judulnya "Pastoral Ekonomi untuk Ketahanan Ekonomi Umat".

Ini isi suratnya :

Pastoral Ekonomi untuk Ketahanan Ekonomi Umat

Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado tahun 2020

Para Pastor, Frater, Bruder, Suster, Bapak/Ibu, Saudara/Saudari terkasih

Tgl. 26 Februari kita akan memasuki Masa Prapaskah tahun 2020. Kita akan mengawalinya dengan Perayaan Hari Rabu Abu, hari pantang dan puasa. Gerakan kita sepanjang Masa Prapaskah, yang dampaknya harusnya kita nikmati sepanjang hidup kita ke depan, akan dituntun dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Manado, yang sudah dirumuskan oleh tim APP Keuskupan Manado sebagai berikut: “Membangun Komunitas Ekonomi yang bermartabat”. Rumusan tema ini diturunkan dari tema APP nasional tahun 2020 “Memelihara dan Mengelola Sumber Hak Hidup Masyarakat yang bermartabat”. Direnungkan dalam bingkai karya pastoral, pendalaman tentang tema itu merupakan peringatan akan pentingnya pastoral ekonomi dalam Gereja.

Keuskupan Manado, dalam pembicaraan sepanjang Sinode Keuskupan (8-13 Juli 2018), sudah menegaskan pentingnya pastoral ekonomi ini. Ungkapan hati para peserta Sinode, yang dapat dijadikan sebagai titik berangkat perhatian terhadap pastoral ekonomi ini, dituliskan dalam Arah Dasar Keuskupan Manado tahun 2018, no. 85: “mayoritas umat adalah keluarga prasejahtera yang bergulat dengan himpitan perekonomian setiap hari”. Sebenarnya pastoral ekonomi sudah lama ditekuni oleh Keuskupan Manado dengan membentuk Komisi PSE yang pada waktunya menghadirkan pelayanan pastoral di Sentrum Agraris Lotta (SAL) dan Lembaga Sosial Yosep (LSY) di Komo Dalam, sebagai tempat pelatihan dan pembinaan untuk pengembangan ekonomi umat. Dalam perjalanan waktu, sepanjang kehadiran Gereja Katolik di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah, Gereja sepanjang waktu itu sudah memberi perhatian pada pengadaan “tanah misi” (sering juga disebut “tanah gereja” atau “tanah sekolah”). Selain itu, Keuskupan Manado juga menggerakkan ekonomi umat lewat Credit Union (CU). Dan yang paling terkait dengan pendalaman tema APP ini adalah dana APP, yang dikumpulkan dari umat dengan intentio dantis untuk pengembangan ekonomi umat. Cita-cita Gereja berkaitan dengan semua upaya pastoral ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat. Gereja perlu menggerakkan dan mengkondisikan umatnya untuk memiliki, memelihara, dan mengelola sumber hak hidup. Upaya-upaya yang sudah ada itu masih perlu dikembangkan supaya benar-benar berdampak bagi pertumbuhan ekonomi umat. Itu adalah panggilan dan tanggungjawab kita bersama: para imam, biarawan-biarawati dan umat awam.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved