News

Kesaksian Putra Amrozi, Bertahun-tahun Merasa Seperti 'Sampah', Nyaris Ikuti Jejak Sang Ayah

Kisah putra Amrozi pelaku Bom Bali 1, merasa seperti 'sampah', nyaris ikuti jejak sang ayah, tapi teringat anak.

Kesaksian Putra Amrozi, Bertahun-tahun Merasa Seperti 'Sampah', Nyaris Ikuti Jejak Sang Ayah
Kolase
Amrozi dan putranya, Zulia Mahendra 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak pernah lalu dalam benak kita tentang kejadian Bom Bali I.

Dibalik kisah kelam insiden tersebut, Nama Amrozi tak pernah luput dari ingatan.

Kisah putra Amrozi pelaku Bom Bali 1, merasa seperti 'sampah', nyaris ikuti jejak sang ayah, tapi teringat anak.

Perubahan besar inilah yang disampaikan Hendra - nama panggilannya - ketika bertemu dengan putra salah seorang korban Bom Bali 1, Garil Arnandha pertengahan Oktober 2019.

Gara-Gara Virus Corona Pabrik Terbesar Tutup, Hong Kong Mulai Panik Kekurangan Stok Peti Mati

Zulia Mahendra, putra sulung Amrozi, pelaku Bom Bali 1 menuturkan tekadnya berjihad demi keluarga dan menjaga anak-anaknya.

Ia mengaku berkeinginan agar anak-anaknya tak seperti dirinya yang terbebani dan dikucilkan orang karena kesalahan bapaknya.

Selama bertahun-tahun, Zulia Mahendra merasa seperti "sampah".

Ia dijauhi masyarakat, sulit mencari kerja, dan merasakan depresi, ada satu momen yang membuatnya menangis.

Momen ketika melihat anaknya tidur, anak yang selalu dipeluk ketika pulang, dan pergi dari rumah untuk mencari nafkah.

Hal itu yang menimbulkan tekad untuk membesarkan anak dan "berjihad untuk keluarga."

Halaman
1234
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved