Breaking News:

Omnibus Law

Tuai Polemik, Kementerian ESDM Yakin Omnibus Law Bisa Percepat Investasi Sektor Energi

Kementerian ESDM menilai omnibus law mampu mempercepat investasi di sektor industri.

Editor: Isvara Savitri
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Gedung Kementerian ESDM. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law dinilai mampu mempercepat dan memperluas investasi di sektor energi.

Hal ini disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam melalui Sekretaris Jenderal Ego Syahrial.

Omnibus Law yang dimaksud adalah cipta kerja dan perpajakan.

Ego mengungkapkan, dalam lima tahun ke depan (2020-2024), rencana investasi ESDM minimal dapat dicapai sebesar US$ 198 miliar atau Rp 2.768 triliun.

"Omnibus Law atau RUU cipta kerja maupun perpajakan akan percepat dan perluas investasi. Investasi ESDM kita dorong terus," kata Ego yang juga merangkap sebagai pelaksana tugas Direktur Jenderal Migas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2/2020).

Ego merinci, dari rencana lima tahun tersebut, porsi investasi migas yang paling besar yaitu US$ 117 miliar, disusul investasi ketenagalistrikan sekitar US$ 39 miliar, mineral dan batubara sebesar US$ 22 miliar dan energi terbarukan sekitar US$ 20 miliar.

Menurutnya, investasi akan membuka lapangan kerja baru dan memicu penurunan angka kemiskinan yang sejak tahun 2018 untuk pertama kalinya menembus di bawah 10%.

Investasi juga menjadi kunci suksesnya pembangunan, baik sumber daya manusia maupun infrastruktur.

Dalam hal ini, investasi sektor ESDM menjadi sangat strategis.

Omnibus Law atau Undang-undang sapu jagat itu, sambungnya, turut memastikan target minimal investasi ESDM lima tahun kedepan bisa tercapai.

"Kami tegaskan, bahwak sektor ESDM akan full effort and full speed untuk menciptakan iklim investasi dan lapangan kerja yang positif. Seiring dengan semangat RUU Cipta Kerja untuk mencapai pertumbuhan, pemerataan, ketahanan dan daya saing ekonomi," kata Ego.(*)

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul "Kementerian ESDM yakin UU omnibus law bisa percepat investasi sektor energi".

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved