Kesehatan

Pola Makan Ala Barat Tak Dianjurkan, Ini Penjelasannya

Pola makan ala barat sebenarnya tidak dianjurkan untuk diterapkan karena mampu mengganggu fungsi tubuh. Berikut penjelasan lebih lanjut.

Pola Makan Ala Barat Tak Dianjurkan, Ini Penjelasannya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pola makan sangat berpengaruh bagi fungsi tubuh.

Tidak hanya yang terlihat secara fisik, tetapi juga yang tidak terlihat seperti fungsi otak.

Hal tersebut terkandung dalam pepatah you are what you eat.

Salah satu pola makan yang dianggap buruk adalah pola makan ala Barat (western). 

Dalam temuan yang diterbitkan dalam Royal Society Open Science disebutkan, menerapkan pola makan barat, bahkan hanya dalam waktu satu minggu saja, secara perlahan merusak fungsi otak dan mendorong orang-orang muda yang langsing dan sehat untuk makan berlebih.

Untuk menginvestigasi bagaimana pola makan barat berdampak pada manusia, para peneliti merekrut 110 orang bertubuh kurus dan sehat usia 20 hingga 23 tahun yang cenderung memiliki pola makan yang baik.

Setengahnya secara acak masuk ke kelompok kontrol yang menjalani pola makan normal mereka selama seminggu.

Setengah lainnya menjalani pola makan gaya barat yang berkalori tinggi, dengan makanan seperti wafel Belgia dan makanan cepat saji.

Para peneliti menemukan bahwa setelah seminggu melakukan pola makan tinggi lemak dan tinggi gula, peserta yang berusia 20 tahunan mendapat nilai lebih buruk pada tes memori.

Selain itu, mereka juga cenderung lebih menginginkan junk food ketika sesi makan selesai.

Halaman
123
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved