Breaking News:

Demo 212 Teriak Jatuhkan Jokowi, Guntur Romli: Polisi Harus Periksa Panitia Demo dan Ketua 212

Seorang orator berteriak 'jatuhkan Jokowi' dalam orasinya pada aksi 212 Jumat 21 Februari 2020, menurut Intelektual NU Mohamad Guntur Romli

Instagram/@gunromli
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli 

Diketahui, Ribuan massa dari organisasi GNPF Ulama, PA 212, dan FPI menggelar aksi unjuk ras di sekitar Patung Kuda, Monas, Jakarta, Jumat (21/2) kemarin.

Dalam unjuk rasa bertajuk ”Aksi 212: Berantas Korupsi, Selamatkan NKRI” itu mereka menyampaikan kritik terhadap beragam isu dan pihak.

Aksi unjuk rasa kemarin dibuka dengan orasi-orasi dari sejumlah tokoh pemuka 212 dari berbagai daerah.

Dalam pembukaan aksi massa ini, ada pula pembacaan ayat Al-Quran oleh Salman Al Fikri, bocah berusia 5 tahun dari Tasikmalaya.

Dari atas mobil komando, Salman yang digendong oleh salah seorang massa didaulat membaca surah Ar-Rahman. Salman pun terdengar fasih dan hapal saat membacakan ayat suci tersebut.

Usai membaca surah Ar-Rahman, Salman meneriakkan ”takbir” dengan suaranya yang cadel. "Takbil! Takbil!" teriak bocah yang diketahui merupakan santri dari Tasikmalaya, Jawa Barat itu.

Teriakan Salman itu kemudian disambut teriakan takbir 'Allahu Akbar' oleh massa.

Setelah membacakan ayat suci dan meneriakkan takbir, Salman dibawa turun dari mobil komando.

Setelah itu, massa melanjutkan aksinya dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum mengawali orasi yang meminta pemerintah melakukan pemberantasan korupsi.

Para orator aksi kemudian menyampaikan kritik terhadap beragam isu dan pihak. Mulai dari isu Jiwasraya, Asabri, BPJS, hingga pimpinan KPK. Sejumlah pihak dikritik, mulai dari Jokowi, Sri Mulyani, hingga Ahok.

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved