Lifestyle

Pola Makan Ala Barat Potensi Sebabkan Obesitas dan Diabetes, Bisa Lemahkan Fungsi Otak

Setelah seminggu melakukan pola makan tinggi lemak dan tinggi gula, peserta yang berusia 20 tahunan mendapat nilai lebih buruk pada tes memori

Pola Makan Ala Barat Potensi Sebabkan Obesitas dan Diabetes, Bisa Lemahkan Fungsi Otak
superduperburgers.com
Resep Burger Sapi - Ini Cara Mengolah Daging Kurban Jadi Menu Lezat, Tak Melulu Sate - 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa yang kita makan akan berpengaruh pada fungsi tubuh kita.

Tak hanya pengaruh pada fisik, pola makan juga berpengaruh pada fungsi otak.

Pola makan ala Barat (western) adalah salah satu pola makan yang dianggap buruk.

Dalam temuan yang diterbitkan dalam Royal Society Open Science disebutkan, menerapkan pola makan barat, bahkan hanya dalam waktu satu minggu saja, secara perlahan merusak fungsi otak dan mendorong orang-orang muda yang langsing dan sehat untuk makan berlebih.

Untuk menginvestigasi bagaimana pola makan barat berdampak pada manusia, para peneliti merekrut 110 orang bertubuh kurus dan sehat usia 20 hingga 23 tahun yang cenderung memiliki pola makan yang baik.

Setengahnya secara acak masuk ke kelompok kontrol yang menjalani pola makan normal mereka selama seminggu.

Setengah lainnya menjalani pola makan gaya barat yang berkalori tinggi, dengan makanan seperti wafel Belgia dan makanan cepat saji.

Para peneliti menemukan bahwa setelah seminggu melakukan pola makan tinggi lemak dan tinggi gula, peserta yang berusia 20 tahunan mendapat nilai lebih buruk pada tes memori.

Selain itu, mereka juga cenderung lebih menginginkan junk food ketika sesi makan selesai.

Temuan itu menunjukkan bahwa pola makan ala barat membuat orang lebih sulit untuk mengatur nafsu makan dan di sisi lain menunjukkan adanya gangguan di wilayah otak yang disebut hipokampus.

Hindari 4 Jenis Buah-buahan Ini Jika Anda Sedang Diet

Sosial Media Ternyata Pengaruhi Kebiasaan Makan Kita, Termasuk Pola Diet

Bahaya Kelebihan Protein, Picu Penyakit Kardiovaskular, Ini Manfaat Diet Rendah Protein

Halaman
123
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved