Dana BOS 50 Persen Bagi Honorer, dr Grace Punuh: Langsung Digelontorkan Pusat Ke Rekening Sekolah

"Kebijakan yang ada salah satunya itu 50 persen maksimal itu bisa dibayarkan untuk THL guru atau honor guru," tambah dia.

dewangga ardiananta/tribun manado
dr Grace Punuh, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, mengeluarkan gebrakan baru.

Kebijakan kali ini yaitu menaikkan batas maksimal upah guru honorer yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari sebelumnya sebesar 15 persen lalu sekarang menjadi 50 persen.

"Untuk dana BOS 2020 lewat Menteri Pendidikan Pak Nadiem Makarim atau torang kenal Mas Menteri banyak perubahan," kata dr Grace Punuh, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (20/02/2020) malam.

Lanjutnya, jadi dana BOS digelontorkan atau diluncurkan dari pusat langsung ke rekening sekolah.

"Kebijakan yang ada salah satunya itu 50 persen maksimal itu bisa dibayarkan untuk THL guru atau honor guru," tambah dia.

Ia menyatakan, yang dahulunya tahun kemarin hanya 30 persen untuk sekolah swasta bayar honor 15 persen untuk sekolah negeri.

"Nah perubahan-perubahan yang terjadi itu bagaimana menteri menggerakan merdeka belajar lewat guru penggerak, kepala sekolah penggerak maupun pengawas penggerak," ungkap Grace Punuh.

Menurutnya, hal ini bertujuan supaya guru benar-benar menjalankan fungsinya itu secara maksimal.

Jelas dia, bagaimana meningkatkan pendidikan agar mutu pendidikan anak-anak lebih baik lagi dan kepala sekolah bisa fleksibel sesuai kebutuhan.

"Kalau untuk Sulut diharapkan Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Pak Steven Kandouw sejak 2018 setelah provinsi mengambil alih SMA, SMK maupun SLB baik murid dan gurunya itu dibuat terobosan," jelasnya.

Ia menyampaikan, terobosannya yaitu lewat dana APBD semua guru THL mendapat gaji UMP yang dahulunya di kabupaten kota dibayar cuma seberapa misal Rp 500 ribu atau Rp 1 juta.

"Ini kita sejak 2018 ikut UMP Rp 2,8 juta, setelah 2019 naik Rp 3.050.000 dan tahun 2020 naik lagi ikut UMP Rp 3,3 juta," tutur kepala dinas pendidikan itu.

dr Grace Punuh menjelaskan, dampaknya bagaimana kesejahteraan guru dibarengi dengan output outcome untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar.

"Siswa merasa benar-benar mendapat guru yang memang uji kompetensinya itu terbaik di samping masih banyak kekurangan tidak ada yang sempurna," ucapnya.

Ia mengharapkan, pada tahun 2020 ini output seorang guru seberapa banyak siswa yang berhasil dalam mata pelajarannya.

"Kalau kepala sekolah seberapa banyak siswa yang diluluskannya itu output tetapi outcome-nya siswa itu meneruskan nggak, mau langsung kerja nggak itu yang kita harapkan bagaimana sekarang di tengah-tengah antara UN dan US itu perubahan total," ujar dr Grace.

Sementara itu, jadi untuk guru honor kalau ada NUPTK dibiayai dengan dana BOS supaya tercatat  dan sebab ada guru THL yang belum tercatat NUPTK.

Pungkasnya, dengan syarat itu dari kementerian akan terseleksi secara alami dan seorang guru mempersiapkan dirinya kapan siap menjadi guru yang profesional dan sudah ada NUPTK serta ada sim tendik kalau guru PNS. (Ang)

 Gadis Cantik Asal Manado Termotivasi Model Victoria Secret

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved