5 Calon Independen Tarung di Sulut, Tumbelaka: Kejutan dari Eman

Pasangan calon kepala daerah dari jalur independen atau perseorangan turut meramaikan dinamika politik jelang Pilkada Serentak 2020.

5 Calon Independen Tarung di Sulut, Tumbelaka: Kejutan dari Eman
Tribun manado / ferdinand ranti
Dr Franky dan Dr Daud Daftar Lewat Jalur Independen Maju Pilwako Manado 


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pasangan calon kepala daerah dari jalur independen atau perseorangan turut meramaikan dinamika politik jelang Pilkada Serentak 2020. Dari 8 daerah penyelenggara pesta demokrasi di Bumi Nyiur Melambai, calon independen muncul di Kota Manado, Bitung, Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan serta Bolaang Mongondow Timur.

Iis Dahlia Tak Lagi Muda, Pesona Kumis Lele dan Wajah Glowing Tetap Membuatnya Cantik

Pasangan independen Royke Sondakh dan Harits Andri Umboh terlihat mantap saat melangkahkan kakinya ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Buyongon, Kecamatan Amurang. Jumat kemarin, Sondakh-Umboh membawa berkas dukungannya untuk bertarung pada Pilkada Minsel 2020. Didampingi pendukungnya, Sondakh-Umboh saat itu diterima Ketua KPU Minsel Rommy Sambuaga bersama jajarannya.

Usai membawa berkas dukungannya, Umboh yang diwawancarai sejumlah media mengatakan, dia bersama Royke menyertakan 20.482 kartu tanda penduduk elektronik (KTP-El). Dukungan ini dari masyarakat di 17 kecamatan se-Minsel.

"Sebenarnya di tim kami sudah siap dengan dukungan 50 ribu KTP lebih. Tapi setelah berkoordinasi dengan KPU, kami hanya bawa sebagian saja," kata akademisi ini.
Umboh optimistis bisa ikut pilkada. Jika verifikasi berjalan lancar, pasangan yang identik dengan jargon Roso-Harum ini akan mendaftar sebagai pasangan bupati dan wakil bupati pada bulan Juni nanti.

Royke Sondakh-Andri Umboh Bawa 20 Ribu e-KTP ke KPU Minse
Royke Sondakh-Andri Umboh Bawa 20 Ribu e-KTP ke KPU Minse (Tribun manado / Andrew Pattymahu)

"Saya minta restu warga Minsel supaya kami bisa maju pada pesta demokrasi ini. Kami ini calon dari non partai politik dan siap menang," kata dia.
Pada 26 Oktober 2019, KPU Boltim menetapkan syarat minimal dukungan perseorangan. Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Jamal Rahman Iroth. Ia menjelaskan, untuk jumlah DPT Boltim dalam pemilihan terakhir adalah 53.517 pemilih.

"Berdasarkan angka pembagi, maka didapatkan hasil 53,517 yang kemudian dibulatkan menjadi 5352 pemilih,” ujarnya. Lanjutnya, untuk memenuhi dukungan perseorangan maka pengumpulan KTP-El oleh kandidat harus dilakukan minimal pada empat kecamatan. "Saya tegaskan bukan dibagi rata pada 4 kecamatan, tapi minimal tersebar di 4 kecamatan karena peraturan KPU mewajibkan minimal dukungan lebih 50 persen dari jumlah kecamatan," jelasnya.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Boltim, Abdul Kader Bachmid menjelaskan, untuk masuk jalur perseorangan setiap bakal calon kandidat harus mengumpulkan sebanyak 5.352 keping KTP-El.

Begini Cara Mendukung Desire Roring Finalis Putri Indonesia 2020

Penetapan tersebut merupakan hasil pembagian 10 persen dibagi 100 dikalikan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan terakhir. “Jumlah DPT Boltim dalam pemilihan terakhir adalah 53.517 pemilih. Berdasarkan angka pembagi, maka didapatkan hasil 53,517 yang kemudian dibulatkan menjadi 5352 pemilih,” ucapnya.

Ia mengingatkan, untuk memenuhi dukungan perseorangan maka pengumpulan KTP-El oleh kandidat harus dilakukan di empat kecamatan. Peraturan KPU mewajibkan minimal dukungan lebih 50 persen dari jumlah kecamatan. “Jadi penetapan dukungan di empat kecamatan. Kami KPU pun sudah menyampaikan perihal itu yang mengambil formulir persyaratan,” ucapnya.

Di Kota Bitung, KPU saat ini menunggu pasangan calon (paslon) dari jalur perseorangan. Paslon perseorangan yang sedang melakukan tahapan pengumpulan syarat minimal dukungan, adalah Yos Palumbara dan Meidy Pinontoan.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved