Pemerintah Kenakan Cukai Produk Berbahan Plastik: Rp 500 per Lembar

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR mengusulkan adanya pengenaan tarif cukai terhadap produk kantong plastik

Pemerintah Kenakan Cukai Produk Berbahan Plastik: Rp 500 per Lembar
Instagram @smindrawati
Sri Mulyani masuk majalah Forbes sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR mengusulkan adanya pengenaan tarif cukai terhadap produk kantong plastik senilai Rp 30 ribu per kilogram (kg) termasuk harga per lembarnya jadi Rp 500.

Megawati Ajak Kader PDIP Dekati Olly

"Harganya berkisar Rp 450 hingga Rp 500, sementara Aprindo akan kenakan Rp 200 hingga Rp 500. Dampak inflasinya 0,045 persen," ujarnya di gedung DPR, Rabu(19/2).

Sri Mulyani menjelaskan dengan konsumsi 53 juta kg kantong plastik maka ada potensi penerimaan negara Rp 1,6 triliun. Selain itu, konsumsi kantong plastik juga akan bisa ditekan setengahnya dari 107 juta kg per tahun berdasarkan konsumsi di 90 ribu gerai ritel.

"Konsumsi akan turun 50 persen, sehingga total konsumsi hanya 53 juta kg. Ini akan mengendalikan konsumsi jadi 53 juta kg," katanya.

Adapun, eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pembayaran cukai dilakukan saat barang keluar dari pabrik atau pelabuhan untuk barang impor yang masuk kawasan kepabeanan. "Kami usulkan Rp 30 ribu per kilogram. Cara pembayaran berkala sesuai produksi dan impor," ujar Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani Indonesia di 22 kota memang sudah memiliki peraturan daerah terhadap aturan penggunaan plastik yaitu melalui instrumen larangan. "Masyarakat apabila ingin berbelanja di supermarket sudah dianjurkan membawa kantong sendiri yang ramah lingkungan dan apabila ingin mendapatkan kantong plastik dikenakan biaya tambahan di toko-toko dan itu berdasarkan peraturan daerah," jelasnya.

Menhub Siapkan Voucher Diskon Turis Sulut

Sri Mulyani mengusulkan cukai ini diterapkan pada kantong plastik dengan ukuran 75 mikron atau yang biasa dikenal kantong kresek. Namun, masih ada pengecualian untuk sejumlah barang. Contohnya barang non-fabrikasi seperti kantong plastik gula. "Jadi kalau barang yang sifatnya non fabrikasi seperti kantong plastik gula dan sejenisnya tidak dikenakan biaya cukai," jelasnya.

Sri Mulyani juga memaparkan untuk beberapa negara besar seperti negara Irlandia pada tahun 2007 besaran tarif cukainya sebesar Rp 332.990 per kilogram, Kamboja pada tahun 2016 tarif cukainya sebesar Rp 127.173 per kilogram dan Wales pada tahun 2011 tarif cukainya sebesar 85.534 per kilogramnya.

Anggota Komisi XI DPR Yessi Melania menuturkan fakta di lapangan bahwa penggunaan produk plastik lainnya juga mengotori lingkungan. "Mengapa cukai hanya untuk kantong plastik kresek? Faktanya di Bali yang menjadi masalah adalah single use plastic seperti styrofoam, botol plastik, dan cotton bud. Apakah benar ada ketakutan melawan perusahaan penghasil minuman berbotol," ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR Bertu Merlas mendukung ekstensifikasi objek kena cukai. Ia meminta pemerintah tidak membatasinya hanya pada kantong plastik. "Mengapa bukan bahan baku plastik yang dikenai cukai," katanya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved