Mengenal Lebih Dekat Petahana Sulut: ODSK Belajar dari Kegagalan

Pasangan petahana Gubernur Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur, Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) kembali diusung PDIP

Mengenal Lebih Dekat Petahana Sulut: ODSK Belajar dari Kegagalan
Istimewa
Periode Pertama Tinggal Setahun, ODSK Genjot Pencapaian Target RPJMD 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pasangan petahana Gubernur Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur, Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) kembali diusung PDIP bertarung di Pemilihan Kepala Daerah Sulut 2020. Pasangan ODSK diumumkan secara resmi, Rabu (19/2) di Kantor DPP PDIP.

Kecamatan Gelar Musrembang, Ini yang Dibahas!

Pasangan ini menjadi kandidat cagub dan cawagub pertama yang diumumkan partai berlambang kepala banteng. “Calon gubernur yang diumumkan pada gelombang pertama ini adalah dari Sulut yaitu gubernur incumbent Bapak Olly Dondokambey didampingi Steven Kandouw,” ungkap Sekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto seraya mempersilahkan keduanya berdiri.

Sambil berdiri, OD –sapaan akrab suami tercinta Rita Maya Tamuntuan– tersenyum lepas. Seperti biasa, di rapat pengurus DPP PDIP, saat itu OD duduk sederet dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Sekjen Hasto Kristyanto, Ketua DPP Puan Maharani dan Kepala Situation Room Pranando Prabowo. Raut wajah gembira juga diperlihatkan SK yang saat itu didampingi isteri tercinta Devi Kartika Tanos.

ODSK mendapat kehormatan sebagai kandidat yang mendapatkan rekomendasi pertama dari partai dengan ciri khas warna merah ini.  Selain karena petahana, keduanya adalah kader internal PDIP. Berikut ikuti nukilan sekilas profil singkat ODSK seperti yang dirilis Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik ODSK, Lexi Mantiri kepada Tribun Manado, Kamis (20/2/20200.

Tak berlebihan jika predikat salah satu putra terbaik yang dimiliki Sulut disematkan kepada OD. Olly –sapaan lain pria yang lahir di Tikala, Manado pada 18 November 1961 ini– sukses meniti karier di dunia politik. Di tingkat lokal, politisi berperawakan tinggi besar ini, dipercayakan rakyat sebagai Gubernur Sulut pada tahun 2015. Di tingkat nasional, Olly menduduki posisi strategis sebagai Bendahara Umum DPP PDIP, partai terbesar di Indonesia.

Berada di tangga kesuksesan baik di ranah pemerintahan maupun politik, diraihnya lewat proses yang panjang, berliku dan tidak gampang. Meniti karier dari bawah. Dia bahkan harus jatuh bangun untuk bisa eksis dan survive hingga kini. Olly merupakan salah satu kader yang telah melalui pahit getirnya perjuangan.

Ayah dari Rio dan Rey ini, mengawali kiprahnya dunia politik sebelum era reformasi. Saat itu, dia menjatuhkan pilihan untuk bernaung di PDI segi lima. Pada saat terjadi perpecahan di tubuh partai berlambang banteng ini, Olly memilih ikut gerbong Pro Mega. Naluri politiknya tidak salah. PDIP berhasil keluar sebagai partai pemenang di Pemilu 1999.

Kala itu, Olly sudah tercatat sebagai calon anggota DPR RI Dapil Sulut dan Gorontalo. Kendati PDIP tampil sebagai pemenang, dia gagal melenggang ke Senayan. Secara manusiawi, dia mengaku sempat merasa kecewa. “Tapi lama kelamaan, rasa kecewa itu hilang. Saya menyadari, itu adalah risiko dan konsekuensi sebagai politisi,” katanya mengenang. Dia kembali mencoba keberuntungan dengan mengikuti pemilihan Ketua DPC Minahasa. Lagi-lagi dia menelan kekalahan. 

Olly tak menyerah. Dia tetap yakin, PDIP adalah tempat yang tepat untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Bungsu dari 10 bersaudara ini dipercayakan sebagai Wakil Bendahara DPD PDIP Sulut.  Pada tahun 2004, Olly akhirnya terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil Sulut. Dia mengaku, justru pengalaman kegagalan menjadi menjadi titik balik yang akan menentukan perjalanannya kariernya sebagai politisi.

Golioth Sebut Batas Pemasukan Dokumen Dukungan Perorangan 23 Februari 2020

Pengalaman itu membuatnya untuk intropeksi diri. Pada saat itulah, dia mengalami pengalaman spiritiual. “Pada tahun 1999, saya yakin akan terpilih sebagai anggota dewan tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Ada satu pekerjaan yang saya tinggalkan. Kebetulan sebelum tahun 1999 saya dipercayakan sebagai ketua panitia pembangunan gereja di Bekasi tapi karena ikut pemilihan saya tinggal. Nanti setelah itu saya fokuskan untuk menyelesaikan pembangunan gereja,” kenangnya. Alhasil, saat ikut Pemilu 2004, Olly berhasil menjadi penghuni gedung Senayan.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved