BPJamsostek Manado Siapkan Stiker Khusus bagi Perusahaan 'Kumabal' yang Abaikan Jamsostek

"Ada perusahaan yang melaporkan upah hanya sebagian, di bawah UMK, ada yang memang tidak daftar sama sekali," jelasnya

BPJamsostek Manado Siapkan Stiker Khusus bagi Perusahaan 'Kumabal' yang Abaikan Jamsostek
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Penandatangan Perjanjian Kerja Sama antara BPJamspstek Manado, Dinas PM-PTSP dan Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, Rabu (19/02/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Lampu kuning bagi perusahaan yang mengabaikan kewajiban mengikutsertakan karyawannya sebagai peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

BPJamsostek Manado bersama dengan Dinas Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Manado akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan-perusahaan yang ada di Manado.

"Sidak ini bertujuan mendata, apakah perusahaan sudah mengikutsertakan karyawannya sebagai peserta Jamsostek atau tidak," kata Hendrayanto, Kepala BPJamsostek Manado, Hendrayanto usai penandatangan kerja sama dengan DPM-PTSP dan Disnaker Kota Manado di Wahaha Restaurant Manado, Rabu (19/02/2020).

Menariknya, BPJamsostek menyiapkan stiker khusus bagi perusahaan yang abai. Stiker berukuran 1 meter persegi itu nantinya berisi pernyataan bahwa perusahaan dimaksud belum mengikutsertakan karyawannya dalam Jamsostek.

Dalam stiker itu disebutkan kategori pengabaian perusahaan tersebut. Kategori dimaksud, Perusahaan Menunggak Iuran (PMI); Perusahaan Daftar Sebagian Upah (PDS) dan Perusahaan Wajib Belum Daftar (PWBD).

"Ada perusahaan yang melaporkan upah hanya sebagian, di bawah UMK, ada yang memang tidak daftar sama sekali," jelasnya

Lebih dari itu, Hendrayanto bilang, sidak itu juga akan memverifikasi data perusahaan. Selama ini, belum ada data valid (sinkron) terkait perusahaan antara BPJamsostek, DPM-PTSP dan Disnaker.

Seyogyanya, perusahaan besar mengikutsertakan karyawannya dalam empat program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Hendra bilang hal itu mengacu UU nomor 24 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial. "Kalau perusahaan kecil, minimal JKK dan JKM saja," kata dia.

Sementara, Kepala DPM-PTSP Manado, Jimmy Rotinsulu mengatakan, pihaknya akan mengimbau pengusaha yang datang di Service Point PTSP terkait Jamsostek. "Sifatnya kita edukasi dulu," jelasnya.

Setelah itu, Pemkot Manado melalui Disnaker akan memperketat pengawasan. Perusahaan yang kebal akan diberi peringatan hingga tiga kali. "Upaya terakhir bisa dibawa ke jalur hukum. Diserahkan ke Kejaksaan selalu pengacara negara," katanya.

Pihaknya juga mengingatkan perusahaan lewat Online Single Submission (OSS) ketika mereka tengah mengurus izin.(ndo)

Fakta Baru Terungkap, Polisi Nyamar jadi Driver Ojol Hadang Pengendara NMAX Arogan, Ini yang Terjadi

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved