Berita Nasional

Banyak Penyelewengan dalam Industri Keuangan, OJK Berbenah, Berikut Strategi Reformasi IKNB

Setelah terjadi banyak penyelewengan dalam industri keuangan akhir-akhir ini, OJK akan segera melakukan reformasi Industri Keuangan Non-Bank.

Banyak Penyelewengan dalam Industri Keuangan, OJK Berbenah, Berikut Strategi Reformasi IKNB
tribunnews
Logo OJK 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belakangan ini telah terjadi beberapa kasus penyelewengan di industri keuangan Indonesia.

Hal ini membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berbenah.

OJK pun berniat segera melakukan reformasi Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) termasuk asuransi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

OJK juga berusaha meningkatkan standar pengaturan dan kualitas pengawasan, membangun IKNB yang sehat, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional serta meningkatkan daya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

"Berbagai kebijakan telah dan akan dilakukan dari reformasi IKNB ini yaitu reformasi pengaturan dan pengawasan, reformasi institusi dan reformasi infrastruktur," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (18/2/2020).

Untuk mencapai hal itu, reformasi pengaturan dan pengawasan akan meliputi regulasi yang prudensial terkait tinjauan dan rekomendasi terhadap penyesuaian ketentuan Modal Minimum Berbasis Risiko (RBC), dan rekomendasi Penyusunan ketentuan Penilaian Kualitas Aset (Asset Quality and Provisioning).

"Kami juga akan meninjau dan merekomendasikan ketentuan BMPK, penyediaan Dana Besar (Large Exposure and Related Party) serta penyesuaian ketentuan Manajemen Risiko dan Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) bagi industri," jelas Anton.

Tak cukup sampai situ, OJK juga akan meninjau dan merekomendasikan penyesuaian ketentuan pengawasan berbasis risiko (risk based supervisory).

Sementara reformasi industri asuransi akan meliputi penyusunan ketentuan tentang Tindakan Pengawasan dan Pencabutan Izin Usaha (Exit policy). 

Selanjutnya analisis industri dan meninjau penyesuaian ketentuan perizinan dan kelembagaan (Entry policy).

Terakhir reformasi infrastruktur meliputi penyusunan draft RUU Program Penjaminan Polis (PPP) dan Sistem Informasi Pengawasan serta Pelaporan.

Terakhir terkait penyusunan pedoman dan pelatihan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Berikut ini strategi OJK dalam reformasi industri keuangan non-bank".

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved