AHY Berpeluang Besar Gantikan SBY: Jelang Kongres Demokrat Mei 2020

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kerap mengunjungi kader di daerah di seluruh Indonesia, akhir-akhir ini.

AHY Berpeluang Besar Gantikan SBY: Jelang Kongres Demokrat Mei 2020
Kolase TribunNews
AHY dan Jokowi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kerap mengunjungi kader di daerah di seluruh Indonesia, akhir-akhir ini. Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan kunjungan tersebut sebagai konsolidasi menjelang kongres Partai Demokrat 2020 yang dijadwalkan berlangsung Mei 2020.

"Ya bagus, konsolidasi," ujar Syarief Hasan, mantan Menteri Komperasi dan Usaha Kecil Menengah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, Rabu (19/2/2020). AHY kini menjabat Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono, ayahnya.

Suami Istri Meninggal karena Virus Corona, Putra dan Putrinya Bernasib Sama

Syarif menuturkan hal tersebut sudah menjadi tugas dari AHY, sebab ia merupakan satu di antara wakil ketua umum Partai Demokrat. Kunjungan yang dilakukan putra sulung SBY ini diharapkan dapat membuat para kadernya optimistis karena memiliki calon pemimpin yang berkualitas.

"(Supaya) kader bisa memahami, memang di Partai Demokrat ini semakin banyak orang-orang yang berkualitas seperti Mas AHY," imbuh Syarief.

Terkait peluang AHY, Syarif menuturkan AHY berpeluang besar dapat menggantikan SBY sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat. Hal ini dikarenakan AHY dinilai telah dikenal masyarakat secara luas. "Dia ini kan sudah pernah calon gubernur, cuma belum beruntung," ujar Syarief dikutip Kompas.com.

"Pernah juga nominasi-nominasi untuk cawapres, juga belum beruntung. Ini kan juga termasuk perjalanan hidup," imbuhnya. AHY maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017, berpasangan dengan calon wakil gubernur Silvyana Murni, namun kandas pada putaran pertama. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga S Uno melawan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saifullah Yusuf bertarung pada putaran kedua yang dimenangi Anies-Sandi.

Melihat hal tersebut Syarief menilai AHY sebagai anak muda yang tegar dan tidak berhenti berjuang. Selain AHY, Syarief juga mengatakan putra kedua SBY, Edhy Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas juga memiliki peluang untuk menjadi ketua umum Demokrat. "Oh iya bisa dong, bisa, sangat bisa," kata Syarief.

BCL Menangis Histeris, Dengar Cerita Ashraf Sinclair Semasa Hidup, Terungkap yang Dilakukannya

Selain itu, adiknya AHY, yakni Edhie Barkoso Yudhoyono alias Ibas pun menurut Syarief punya peluang. "Mas Ibas itu termasuk kader muda Demokrat yang sangat berpotensi," imbuhnya.
Kendati demikian, sebelumnya AHY disebut-sebut menjadi calon kuat dalam menggantikan SBY pada Kongres Demokrat 2020. AHY mulai terjun ke dunia politik setelah memutuskan pensiun sebagai tentara.

Setelah AHY gagal pada Pilkada 2017, Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengukuhkan AHY sebagai Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pelkada 2018 dan Pemilu 2019. Ia sempat hendak diusung sebagai calon presiden ketika itu.

Namun, Demokrat tidak dapat mengusungnya lantaran tidak mendapat dukungan parpol lain. Atas prestasinya, pada Oktober 2019, AHY ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat akan memberikan konferensi pers terkait tudingan oercakapan telepon dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Dalam keterangannya, SBY membenarkan bahwa benar adanya percakapan dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin namun tidak ada kaitannya dengan kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kabar penyadapan pembicaraan telepon dirinya dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat akan memberikan konferensi pers terkait tudingan oercakapan telepon dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Dalam keterangannya, SBY membenarkan bahwa benar adanya percakapan dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin namun tidak ada kaitannya dengan kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kabar penyadapan pembicaraan telepon dirinya dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved