Berita Minsel

Pemkab Mitra Gelar Raker Gabungan, Bahas Sensus Penduduk hingga Sistem Khasda

Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara gelar rapat kerja gabungan bersama seluruh jajaran pejabat Pemkab Mitra hari ini di aula Sport Hall Mitra

Pemkab Mitra Gelar Raker Gabungan, Bahas Sensus Penduduk hingga Sistem Khasda
Tribun Manado / Giolano Setiay
Rapat Gabungan Pemkab Mitra 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara gelar rapat kerja gabungan bersama seluruh jajaran pejabat Pemkab Mitra hari ini di aula Sport Hall Mitra, Selasa (18/2/2020).

Raker tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Jesaja J O Legi mewakili Bupati James Sumendap, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) David Lalandos bersama jajaran kerja sama Pemkab dengan pihak Bank Sulutgo, BPS Minahasa Selatan (Minsel) dan KPP Pratama beserta seluruh jajaran pemerintahan Mitra.

Giat tersebut membahas sejumlah program pemerintah untuk tahun 2020 ini, yang diikuti oleh 997 perangkat kecamatan, perangkat desa, kepala puskesmas dan kepala sekolah di Minahasa Tenggara.

Dalam raker tersebut, Wabup Legi memberikan arahan kepada semua yang hadir saat ini.

Olly Dondokambey Yakin Sulut United Raih Prestasi di Liga 2 Indonesia

"Rapat kerja ini, merupakan pembahasan terkait program kerja seluruh pejabat di tahun 2020 ini. Agar supaya nantinya bisa dipahami dan diterapkan sesuai dengan mekanisme yang dipaparkan," tutur Legi dalam arahannya.

Sementara itu, Sekda David Lalandos juga menegaskan, agar dalam rapat kerja ini. Nantinya bisa diteruskan kepada masyarakat apa saja yang didapat dan yang perlu diketahui oleh masyarakat.

"Salah satu yang nantinya bakal dibahas yakni masalah sensus penduduk. Karena diketahui, Kabupaten Mitra masih terendah dalam mengentri data penduduk. Untuk itu perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menyikapinya," tandas Lalandos.

Wanita Ini Meninggal Usai Melahirkan Operasi Sesar, Suami Sempat Panggil Perawat: Katanya Itu Biasa

Selain itu, terkait dengan khas daerah (khasda) yang pada 2020 ini, dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Mitra, menggunakan sistem online dalam mengelola keuangan daerah.

Kepala Badan (Kaban) Keuangan Mecky Tumimomor mengatakan, diharapakan kepada para pejabat desa salah satunya, agar bisa lebih paham terkait sistem khas online yang mulai jalan tahun ini.

"Dengan program ini, semua bisa lebih praktis lagi dalam kepengurusan masalah administrasi. Karena kita bekerjasama dengan Bank Sulutgo dalam hal ini. Terlebih lagi saat ini sementara dalam pemeriksaan BPK yang turun ke Mitra. Bila kita memahami sistem yang ada, dan semua sudah sesuai dengan tupoksi masing-masing, program ini, bisa meminimalisir penyalah gunaan dana desa (Dandes) yang nantinya bisa berujung tamuan penyalahgunaan anggaran," ujar Tumimomor.

Dengan adanya ketentuan ini yang tercantum dalam UU, terkait sistem non-tunai maka Pemkab Mitra terus bergerak menyikapi hal tersebut. Hal ini juga merujuk pada aturan Permendagri No 8.

Kisah BCL-Ashraf Sinclair Bagai Cinta Ainun-Habibie, Hanya Maut Memisahkan

"Ini sangat penting bagi kita semua. Selain terhindar dari penyalahgunaan, dan saat adanya pemeriksaan BPK tidak ditemui kendala saat pemeriksaan. Karena semua jelas sesuai dengan yang tercatat dalam Aplikasi khasda tersebut," ujar Tumimoor lagi.

Pemerintah berharap dengan adanya rapat kerja ini, semua bisa dipahami dengan apa saja yang telah dipaparkan dalam raker hari ini.

"Dengan rapat kerja ini, apa yang sudah dipapar oleh pihak-pihak terkait, salah satunya Bank SulutGo Ratahan dapat dipahami dan dimengerti dalam melakukan khasda online versi terbaru yakni versi 4.0," jelas Tumimomor. (Ano)

Virus Corona Diramalkan Dalam Sebuah Buku Terbitan Tahun 1981? Sebuah Senjata Biologis yang Sempurna

Penulis: Giolano Setiay
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved