Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NAP-JG-SR-SS Menguat: Perang Segi Empat di Minut

Tensi politik di Kabupaten Minahasa Utara memanas jelang Pilkada Serentak September 2020. Suksesi kali ini diperkirakan diikuti 4 pasangan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Netty Pantouw 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI – Tensi politik di Kabupaten Minahasa Utara memanas jelang Pilkada Serentak September 2020. Suksesi kali ini diperkirakan diikuti 4 pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. Tiga dari partai politik dan 1 pasangan dari jalur perseorangan.

Air Mata Jenderal Andika Perkasa dan Istri, Lihat Prajuritnya Sakit Tumor Otak, Berikut Videonya

Ada 4 nama cagub yang menguat, yakni Netty A Pantouw, Joune Ganda, Sintia Rumumpe (SR) dan Sompie Singal (SS). Anggota DPRD Sulawesi Utara dari Partai Demokrat ini akan disandingkan dengan politisi Partai Golkar Denny Wowiling. Koalisi Demokrat-Golkar sudah bisa mengusung pasangan calon.

Demokrat punya 4 kursi dan Golkar 4 kursi di DPRD Minut. Selain Dewo, sapaan Denny Wowiling, NAP juga dijagokan didampingi politi Partai Gerindra Herry Tombeng. Gerindra punya modal 2 kursi di DPRD Minut, gabungan perolehan kursi Demokrat-Gerindra sudah bisa mengusung calon. Santer kabar NAP juga akan disandingkan dengan Wakil Bupati Minut Joppy Lengkong (JL).

“Ada beberapa opsi. NAP-Dewo, NAP-HT dan NAP-JL yang berkembang sekarang ini. Beberapa politi sedang berkomunikasi dengan NAP yang memang punya elektabilitas paling tinggi berdasarkan survei internal,” ujar Wolter Kani, warga Tatelu, Minggu (16/2/2020).

PDIP, satu-satunya partai politik yang dapat mengusung pasangan calon tanpa harus berkoalisi. Banteng punya 9 kursi di ‘parlemen’ Minut. Pemenang Pemilu 2019 ini mengusung Joune Ganda untuk posisi ‘papan satu’. JG disandingkan dengan Kevin W Lotulong.

Kubu ketiga, dari Nasdem. Partai besutan Ketua Umum Surya Paloh ini mengunggulkan cabup Chintia Rumumpe (CP). Putri Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) ini bakal didampingi politisi PKB, Sarhan Antili. Koalisi Nasdem-PKB yang memperoleh 6 kursi di ‘parlemen’ sudah bisa mengusung pasangan calon di Pilkada Minut.

Satu lagi pasangan yang menguat dari jalur independen. Sompie Singal-Cicilia Ivone Andries (SS-CIA). Mantan Bupati Minut ini dinilai punya modal kuat untuk bertarung lagi di pilkada. Syaratnya pasangan ini harus pengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti dukungan selanjutnya diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Lucinta Luna Mengaku Depresi, Pakar Ekspresi Bongkar Fakta Lain hingga Singgung Tangan Kaku

Sebelumnya, KPU Minut menetapkan jumlah minimum dukungan dan persebaran pasangan calon perseorangan untuk Pilkada 2020 sebanyak 16.277 pendukung.

“Jumlah minimum dukungan bakal pasangan calon perseorangan ditentukan dengan cara 10 persen dari DPT 162.769, dibulatkan ke atas menjadi 16.277 pendukung,” kata Ketua KPU Minut Stella Runtu, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, jumlah itu merupakan 10 persen dari total pemilih Kabupaten Minut sebanyak 162.769 orang, sesuai Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) III yang ditetapkan 1 April 2019.

Selain mengatur minimal jumlah pendukung, setiap calon independen atau perseorangan juga harus memperhatikan pesebaran pendukung, yaitu harus berasal dari minimal 6 kecamatan di Kabupaten Minut dibuktikan dengan foto kopi KTP elektronik.

Aturan tersebut diatur dalam keputusan nomor: 220/PL.02.2.Kpt/7206/KPU.KAB/X/2019 tentang Penetapan Persyaratan Jumlah Minimum Dukungan dan Persebaran Pasangan Calon Perseorangan untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Utara tahun 2020. 

Taufik Tumbelaka
Taufik Tumbelaka (Istimewa)

Saling Mengintip dan Menunggu

Taufik Tumbelaka, pengamat politik menilai, Pilkada Kabupaten Minut tahun 2020 akan menjadi lebih menarik dikarenakan sang Bupati Vonny A Panambunan (VAP) tak bisa maju disebabkan aturan sudah tidak mengizinkan.

Besar kemungkinan ia akan menurunkan sang anak, Sintia G Rumumpe (SGR), yang saat ini menjadi pimpinan DPRD Minut di periode ke 2. Ia dapat diprediksi akan menjadi figur kuat dengan dukungan VAP sebagai vote getter atau penarik suara.

Di lain pihak ada kekuatan PDIP yang di pemilu legislatif (pileg) lalu berhasil meraih yang teratas. Tampaknya PDIP dalam Pilkada Minut 2020 akan memasang pengusaha muda potensial, Joune Ganda (JG), dalam upaya memecah "mitos politik" gagal dalam Pilkada Minut. Tentunya hal ini tidak mudah bagi PDIP dikarenakan pertarungan politik di pileg akan berbeda dengan pilkada.

Dalam kontestasi pilkada akan lebih kompleks serta kerap perilaku pemilih pun menjadi berbeda. Selain kedua kekuatan politik itu juga terinformasi mantan Bupati Minut Sompie SF Singal akan turun bertarung melalui jalur independen.

Pria 30 Tahun Tembak Pamannya dengan Senapan Angin hingga Tewas, Berawal dari Iseng-Iseng

Jika nantinya memang akan turun maka akan menjadi lawan tangguh dikarenakan sampai saat ini Sompie masih memiliki popularitas relatif tinggi dan juga memiliki basis massa cukup kuat.

Sompie dalam perjalanan politik Minut dapat dikatakan menjadi salah satu figur lawan tangguh dari VAP. Diluar itu masih berpeluang Netty A Pantouw (NAP). Keberadaan NAP patut mendapat perhitungan karena telah beberapa kali lolos dalam persaingan ketat Pileg Dapil Minut-Bitung yang ketat.

Seperti diperiode lalu, NAP mengungguli figur kuat diinternal PD, Jhon Dumais dan Etha Tuwaidan. Di periode sekarangpun NAP lolos walupun harus berhadapan dengan figur-figur partai politik lain yang kuat. Ini menunjukkan yang bersangkutan punya massa pendukung cukup kuat.

Adapun kekuatan politik yang berbeda adalah Partai Golkar (PG), nampaknya akan mengambil posisi di luar persaingan perebutan bakal kandidat Bupati Minut. PG tampak akan realistis mengambil posisi "pelengkap" yang nantinya berpotensi akan menjadi strategis dikarenakan beberapa parpol membutuhkan PG sebagai "penggenapan" kekuatannya.

Dari gambaran sementara ini semua kekuatan politik yang akan bertarung di Pilkada Minut nampaknya masih mengambil posisi saling tunggu dan saling intip, wait and see.

Ini terlihat belum ada satupun bakal kandidat yang berniat maju telah mengirim signal tegas akan berpasangan dengan siapa. Terlihat masih saling lempar wacana siapa bakal kandidat "papan dua" (Wakil Bupati) guna meliat reaksi publik atau semacam tes pasar dalam upaya melihat dinamika serta perubahan konstelasi politik.

Ini memang ada kesan menunjukan kehati-hatian dalam kalkulasi politik, namun disisi lain secara psikologi politik menunjukan sampai saat ini belum ada satupun kekuatan politik yang percaya diri.

Kondisi ini adalah bagian dari cerminan dalam Pilkada Minut 2020 tidak ada satupun bakal calon kandidat yang benar-benar memiliki peluang lebih bagus secara menonjol dari antara mereka. (dma/fer)

 

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved