Bolmong Tetap Bertahan Dengan BPJS Kesehatan

"Tetap kita tanggung 5.000 peserta Jamkesda. Iurannya naik. Jadi otomatis berpengaruh di APBD," katanya.

Bolmong Tetap Bertahan Dengan BPJS Kesehatan
ISTIMEWA
Apel Perdana ASN Bolmong 21 Juni 2018 di halaman kantor bupati Bolmong yang dipimpin langsung Bupati Yasti Soepardjo Mokoagow_ 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan iuran BPJS kesehatan membuat sejumlah daerah di Sulut menarik diri. 

Mitra sudah menyatakan menarik diri. Kota Manado dikabarkan menyusul.

Namun Bolmong tak ikut-ikutan. Meski resikonya pembebanan APBD.

Anggaran untuk BPJS kesehatan dalam APBD 2020 membengkak menjadi Rp 2.520.000.000.

Tahun lalu, anggaran APBD untuk BPJS Kesehatan di plot Rp 1.380.000.000.

Kepala Badan Keuangan (BKD) Bolmong Rio Lombone melalui Kabid Perbendaharaan Wawan Gaib mengakui BPJS membebani APBD karena Pemkab tidak mengurangi kuota peserta Jamkesda.

"Tetap kita tanggung 5.000 peserta Jamkesda. Iurannya naik. Jadi otomatis berpengaruh di APBD," katanya.

Sebut dia, Pemkab menanggung BPJS untuk kelas 3. Iuran untuk kelas 3 naik, dari 23 ribu jadi 42 ribu, jadi ada selisih 19 ribu," katanya.

Ia membeber, Pemkab patuh pada instruksi pemerintah pusat.

Dia mengklaim meningkatnya alokasi dana untuk membiayai BPJS kesehatan tidak berdampak pada pos anggaran lain.

"Kami sudah antisipasi sebelumnya, kan sudah ada sosialisasi, jadi sebelum ketuk anggaran sudah kami buat hitungannya," kata dia.

Sekda Bolmong Tahlis Gallang beberapa waktu lalu mengatakan siap menyesuaikan diri dengan aturan pemerintah pusat soal BPJS. (Art)

 BREAKING NEWS! Setia Nugraha Dilantik Jadi Kepala Badan Pengawasan dan Pembangunan Sulut

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved