News

Berta Sila Pahat Bagian Samping Bom, Dikira Harta Karun Yang Tertimbun Tanah, Beruntung Tak Meledak

Ada penemuan bom yang tertimbun di dalam tanah sedalam lima meter. Warga mengira benda itu adalah harta karun.

Berta Sila Pahat Bagian Samping Bom, Dikira Harta Karun Yang Tertimbun Tanah, Beruntung Tak Meledak
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Sebuah Bom yang ditemukan warga masih diamankan di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Sabtu (15/2/2020).  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang warga langsung memahat sebuah benda besi yang ditemukan didalam tanah sedalam lima meter.

Warga tersebut berusaha memahat benda itu karena dikira harta karun. Ternyata itu adalah bom. Beruntung tidak meledak.

Warga Dusun Fatukaduak, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Berta Sila (47) menemukan benda mirip bom saat sedang mencari kayu bakar di pesisir pantai, Jumat (14/2/2020).

Berta Sila yang tidak mengetahui persis tentang benda tersebut, berusaha mendekati bom lalu mengamati secara dekat bom yang sebagian besar terkubur dalam tanah, sedangkan bagian lainnya nampak di atas permukaan tanah. Sebagian bom tersebut nampak di atas permukaan tanah karena di lokasi itu ada pekerjaan pengerukan tanah.

Kepala Desa Jenilu, Daniel Robert Vatika Nofak, saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com menuturkan, warganya Berta Sila sedang mencari kayu bakar di lokasi tersebut. Ia menemukan benda aneh yang dikira besi tua. Lalu ia mendekat dan mengamati benda tersebut.

Karena tidak tahu persis akan benda tersebut dan dikira benda itu mengisi harta karun seperti emas, Berta Sila pulang ke rumahnya dan menceritakan hal itu kepada keluarganya. Keesokan harinya, Sabtu (15/2/2020), Berta Sila bersama beberapa tetangga berangkat lagi ke lokasi untuk menggali. Mereka menggali sekitar 5 meter.

Setelah berhasil menggali, mereka membawa benda itu ke rumah. Sampai di rumah, Berta Sila yang tidak tahu persis benda tersebut, berusaha memahat di bagian samping. Tak hanya itu, Berta bersama tetangga lainnya sempat membuka bagian seperti baling-baling yang berada di bagian ekornya.

Beruntung, Berta tidak memahat dan membuka di bagian pemicunya sehingga saat dipahat tidak meledak.

Sementara memahat benda tersebut, seorang anak dari Berta Sila, bernama Matheus Sila melarang ibunya agar tidak lagi membongkar. Mendengar sebutan bom, Berta Sila langsung berhenti dan tidak berani mendekati benda tersebut.

Saat bersamaan, Ketua RT di wilayah itu datang ke rumah kepala desa dan menyampaikan bahwa warga RT 13 RW 05 Dusun Fatukaduak menemukan benda aneh yang dicurigai. Mendapat informasi itu, Kepala Desa Jenilu menuju ke rumah warganya, Berta Sila.

Halaman
12
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved