Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gosip Artis

Pengakuan Lucinta Luna Soal Videonya yang Viral, Ini Kata Kekasih Abash

Terkait dengan adanya video tersebut, Lucinta Luna mengakui bahwa saat itu dia sudah tak kuat lagi melihat komentar netizen.

Kanal Youtube Lucinta Luna
Lucinta Luna 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lucinta Luna dikabarkan mengalami depresi hingga mengonsumsi obat jenis psikotropika.

Kini, Lucinta Luna menghabiskan hari-harinya di dalam ruang tahanan.

Muhammad Milona, kuasa hukum Lucinta Luna angkat bicara soal video yang beredar soal kliennya.

Milona menunjukkan video Lucinta Luna yang tengah depresi sembari berteriak yang kemudian ditenangkan oleh Abash.

Video itu kemudian viral dan banyak ditonton banyak orang.

Terkait dengan adanya video tersebut, Lucinta Luna mengakui bahwa saat itu dia sudah tak kuat lagi melihat komentar netizen.

Sehingga, reaksi itulah yang keluar dari Lucinta Luna.

“Itu saya sudah enggak kuat lagi dengan komentar netizen,” kata Lucinta Luna sembari menangis di Polres Jakarta Barat, Jumat (14/2/2020).

Lucinta mengaku bersyukur Abash ada di sisinya saat kejadian berlangsung. 

“Iya Abash selalu support saya. Tiap hari ketemu,” ujar Lucinta Luna.

Diberitakan sebelumnya, Lucinta Luna diamankan pihak kepolisian di apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat pada Selasa (11/2/2020).

Dari tangan Lucinta Luna, polisi menyita obat penenang berjenis tramadol dan riklona, yang masuk dalam kategori psikotropika.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan pil ekstasi di keranjang sampah tempat sang pelantun "Bobo Dimana" diamankan. (Kompas.com/Revi C. Rantung)

18 Akun Medsos Dilaporkan

Kuasa Hukum Ayluna Putri alias Lucinta Lun, Milano telah melaporkan sejumlah akun media sosial yang merundung atau bullying kliennya ke pihak kepolisisan.

Milano mengatakan, akun-akun yang merundung Lucinta Luna membuat kliennya sampai depresi.

"Salah satu yang bikin dia stres itu sebenarnya. Intinya terhadap yang bully, kita lagi proses. Tinggal tunggu waktu aja, sedang ditangani pihak Polda Metro Jaya, laporannya pun udah ada," ujar Milano dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

Menurut pengakuannya, laporan terhadap sejumlah akun yang merundung Lucinta Luna, sudah dilakukan sekitar sebulan lalu.

"Paling parah ada tiga (akun). (Total) Ada 18 akun yang dilaporkan atas permintaan LL dan manajemen sudah lama laporannya," katanya

Namun, Milano enggan meyebutkan akun-akun tersebut apakah berkaitan dengan artis-artis atau tidak.

"Nanti ada waktunya lah. Ada proses hukumnya. Saya enggak mau jelasin. Yang jelas, ini faktor dari bullying ini. Bullying ini parah," ucap Milano.

Milano juga tak menyangka Lucinta mengalami depresi karena bullying.

"Saya juga enggak tahu ya, ternyata LL stresnya sampai seperti itu. Kita juga baru tahu setelah kejadian ini. Makanya kita berterima kasih. Kalau tidak ada kejadian penangkapan ini, kita enggak tahu kondisi Lucinta Luna seperti apa dan bahayanya seperti apa," sambungnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan Lucinta Luna dan tiga orang lainnya di salah satu apartemen yang berada di Jakarta Pusat.

Salah satu di antaranya merupakan pasangan Lucinta Luna.

Lucinta Luna dan ketiganya ditangkap pada Selasa (11/2/2020) pukul 01.30 WIB dan langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Barat.

Saat diamankan, polisi menemukan pecahan dua butir ekstasi di keranjang sampah.

Selain itu, polisi juga mengamankan tramadol sebanyak 7 butir dan riklona sebanyak 5 butir.

Sementara itu, hasil tes urine Lucinta Luna menunjukkan ia positif mengonsumsi benzodiazepin yang masuk golongan psikotropika.

Lucinta Luna kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. (Kompas.com/Baharudin Al Farisi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lucinta Luna Buka Suara Terkait Videonya yang Viral Saat Depresi" dan "Lucinta Luna Depresi karena Bullying, 18 Akun Medsos Dilaporkan ke Polisi"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved