Presiden Minta Masyarakat Tak Khawatir WNI dari Cina

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tak mengkhawatirkan mereka yang selesai menjalani observasi di Natuna.

Presiden Minta Masyarakat Tak Khawatir WNI dari Cina
Kompas.com
Presiden Joko Widodo memberikan pidato di hadapan Parlemen Australia di Dewan Perwakilan Rakyat di Canberra, Australia, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tak mengkhawatirkan mereka yang selesai menjalani observasi di Natuna. Rencananya, Sabtu (15/2/2020), WNI usai menjalani observasi setelah dievakuasi dari Provinsi Hubei, Cina akan berkumpul dengan keluarga.

Sebanyak 285 orang akan segera dipulangkan dari Natuna selepas observasi tersebut. Terdiri, 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 WNA (suami dari WNI), 5 anggota tim pendahulu KBRI Beijing, dan 42 orang dari tim penjemput termasuk kru pesawat dan petugas kesehatan.

Pendapat Ahli dan WHO Terkait Antisipasi Virus Corona di Indonesia, Ini Tanggapan Anung Sugihantono

"Proses protokol kesehatan dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang kita ikuti secara ketat. Karantina di Natuna juga ketat diawasi, dicek harian. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu," Presiden memastikan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kemarin.

Presiden menegaskan kembali, mereka yang telah menjalani observasi selepas evakuasi dari Provinsi Hubei, Cina, dalam kondisi sehat dan siap kembali berkumpul bersama keluarga setelah telah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna.

Rahayu (56), ibu dari Dista Wahyu Prasetyo (21), mahasiswa Wuhan University of Technology, Hubei, akan menyambut kedatangan buah hatinya, di Bandara Halim Perdana Kusuma. Ia mengaku akan menyiapkan syukuran kecil-kecilan di kediamannya Kampung Blok Sawo, RT 001/06, No 25, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

"Anaknya sih nggak minta apa-apa, cuma saya mau bikin syukuran kecil-kecilan saja di rumah. Makan-makan bersama keluarga besar saja," kata Rahayu.

Tak ada menu spesial yang akan disajikan menurut Rahayu. Namun, ia menyebut bahwa Dista memintanya untuk dibuatkan sambal kesukaannya. "Lauknya nggak minta macem-macem, apa saja. Dia cuma minta dibikinin sambal kesukaannya," cerita Rahayu.

Wanita yang sehari-hari berdagang di warung kelontong itu, mengatakan anaknya menghubunginya dua hari lalu. Mengabarkan akan pulang hari ini dan akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Sabtu sore. "Katanya sampai di Halim sore jam 3-4-an. Nanti paling saya sama suami, naik taksi online untuk jemput," katanya.

Prosesi pemulanganakan dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) 1, Laksda Yudo Margono. Pangkogab mengatakan prosesi pemulangan akan digelar serangkaian acara seremonial untuk pelepasan pemulangan ratusan WNI menuju Bandara Halim.

Lagu Patah Hati di Hari Valentine: Summertime Im Missing You

"Mereka akan kita pulangkan menggunakan 3 pesawat. 1 Hercules dan 2 Boing. Untuk teknis keberangkatan sendiri dijadwalkan pada pukul 12.00 WIB," ujar Pangkogab.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved