Kisah Peristiwa Merah Putih yang Kalah Pamor dari Hari Valentine, Ini Penggalan Sejarahnya

"Peristiwa merah putih di Teling juga punya rentetan yang juga melibatkan pemuda-pemuda Tomohon," kata dia.

Kisah Peristiwa Merah Putih yang Kalah Pamor dari Hari Valentine, Ini Penggalan Sejarahnya
TRIBUNMANADO
Monumen Peristiwa Merah Putih 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap tanggal 14 Februari dirayakan sebagai hari kasih sayang atau Valentine Day.

Hampir semua orang pasti merayakan hari spesial tersebut. Apalagi para anak muda dan remaja, mereka sangat antusias untuk saling bertukar hadiah, memberikan cokelat dan memberi bunga.

Nah, selain dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang, ternyata tanggal 14 Februari adalah hari yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia khususnya di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Bahkan peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari masih kalah pamor dibanding hari valentine.

Padahal, menurut Judie Turambi, pemerhati pemerintahan kota Tomohon peristiwa merah putih merupakan hari bersejarah ketika 74 tahun silam tangsi militer Belanda di Teling (kini markas Kodam) direbut oleh pemuda-pemuda Sulut.

Peristiwa ketika bendera merah putih biru milik belanda disobek warna birunya dan mengibarkan bendera merah putih.

"Peristiwa merah putih di Teling juga punya rentetan yang juga melibatkan pemuda-pemuda Tomohon," kata dia.

Tepatnya Kamis, 14 Februari 1946 sekitar pukul 03.00 Wita di bawah komando Wangko Sumanti Tangsi militer Teling direbut.

Kemudian sang saka merah putih berkibar dengan megah di angkasa pada saat-saat fajar menyingsing di Bumi Sulawesi Utara

Peristiwa lanjuta pun dilakukan pemuda Tomohon di Kota Tomohon di depan Markas KNIL dengan komandannya De Vries lokasi yang sekarang berdiri SMP RK Gonzaga.

Halaman
12
Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved