Virus Corona

Kisah Bocah 18 Bulan Lolos dari Asap Kebakaran Australia, Kini Terjebak Wabah Corona China

Sebelum kini wabah virus corona menjadi perbincangan publik, kebakaran luar biasa di Australia lebih dulu menimbulkan keprihatinan.

Kisah Bocah 18 Bulan Lolos dari Asap Kebakaran Australia, Kini Terjebak Wabah Corona China
Dok. Pribadi Yufei Luo via The Guardian
Chloe Luo, balita 18 bulan asal Australia yang tidak bisa keluar dari Provinsi Hubei 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang bocah berusia 1 tahun 6 bulan menjadi perbincangan publik setelah lolos dari Kebarakaran Australia kini menghadapi virus corona di China.

Melansir Kompas.com (12/2/2020), pada Januari 2020, kualitas udara di Canberra Australia mencapai 1.296 mikrogram partikel PM 2.5 meter per meter kubik, sangat tinggi jika dibandingkan dengan 41 mikogram di Beijing.

Sempat diberitakan oleh berbagai media 'kekacauan' yang terjadi di Australia.

Potret memilukan tentang kondisi Australia beredar, seperti bagaimana hewan-hewan mati terpanggang.

Dalam keadaan lingkungan yang memprihatinkan seperti itulah orangtua dari balita bernama Chloe (18 bulan) memutuskan untuk mengirim anaknya ke China demi menghindari bahaya asap kebakaran hutan.

Orangtua Chloe, Yufei Luo dan Yi Zhao yang tinggal di Australia, mengirim putrinya pada Januari lalu untuk tinggal bersama kerabatnya demi menghindari 'neraka' itu.

Namun siapa sangka justru kini tempat Chloe mengungsi berubah menjadi 'neraka' lain, membuat orangtuanya dilanda kecemasan.

Begitu dikirim ke China, Chloe dirawat oleh neneknya.

Namun pekan lalu sang nenek dilarikan ke rumah sakit karena menunjukkan gejala flu yang berkaitan dengan gejala virus corona.

Gadis mungil itu pun kemudian dititipkan ke bibinya.

Halaman
123
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved