Efek Virus Corona, Permintaan Avtur di Bandara Samrat Manado Turun 27 Persen

Sebelum penghentian penerbangan dari Tiongkok, DPPU Samrat melayani rata-rata 35 pesawat per hari. Kini, rata-rata tinggal 30 pesawat per hari.

Efek Virus Corona, Permintaan Avtur di Bandara Samrat Manado Turun 27 Persen
Tribun Manado/Fernando Lumow
Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sam Ratulangi Manado melayani pengisian avtur untuk pesawat domestik maupun internasional di Bandara Sam Ratulangi Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ancaman penyebaran virus Corona (2019-nCoV) turut berpengaruh pada permintaan avtur di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Pasca penghentian penerbangan dari dan ke sejumlah kota di Tiongkok 1 Februari 2020, permintaan avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sam Ratulangi berkurang 27,5 persen.

Sebelum penghentian penerbangan dari Tiongkok, DPPU Samrat melayani rata-rata 35 pesawat per hari. Kini, rata-rata tinggal 30 pesawat per hari.

Hatim Ilwan Unit Manager Communication and CSR MOR VII Sulawesi (tengah) menjelaskan tentang peran DPPU Sam Ratulangi Manado, Jumat (14/02/2020).
Hatim Ilwan Unit Manager Communication and CSR MOR VII Sulawesi (tengah) menjelaskan tentang peran DPPU Sam Ratulangi Manado, Jumat (14/02/2020). (fernando lumowa/tribun manado)

"Permintaan avtur kepada kami sebelumnya 138 kiloliter (Kl) per hari menjadi tinggal 100 Kl per hari," kata Nugroho Adi P, Supervisor Maintenance DPPU Samrat, Jumat (14/02/2020).

Menurutnya, destinasi yang dilayani pun berkurang. Sebelumnya DPPU Samrat melayani 11 destinasi domestik dan 12 destinasi internasional.

"Setelah penghentian, kini tinggal dua destinasi internasional yakni Singapura dan Davao," kata Nugroho yang didampingi Ahmad Yani Noho, Supervisor RSD.

DPPU Samrat memiliki kapasitas 1.300 Kl dengan coverage stock (ketahanan) hingga 13 hari. Stok disimpan di tujuh tangki berbagai ukuran.

Untuk melayani pengisian avtur ke pesawat, DPPU Samrat Manado memiliki lima unit mobil refueller. Operasi DPPU mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WITA.

Sementara, untuk konsumsi avtur terbesar, masih didominasi penerbangan domestik. Rinciannya, Lion Air 34 persen; Sriwijaya 18 persen; Wings Air 11 persen; Batik 10 persen; Citilink 15 persen dan Garuda Indonesia 9 persen.

Tidak hanya melayani pengisian avtur 'into plane' ke pesawat, DPPU Samrat Manado juga memenuhi layanan pemenuhan avtur 'non into plane'.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved