NEWS

Cegah Virus Corona, Peneliti Inggris Lakukan Pengujian Vaksin Pada Tikus

Peneliti dari Imperial College London, Inggris mengumumkan telah memulai pengujian vaksin virus corona pada tikus

Cegah Virus Corona, Peneliti Inggris Lakukan Pengujian Vaksin Pada Tikus
(Daily Mail)
Jumlah korban virus corona terus bertambah, 14.548 orang positif terinfeksi virus corona, 304 orang tewas akibat virus corona dan 332 orang sembuh dari virus corona. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peneliti dari Imperial College London, Inggris mengumumkan telah memulai pengujian vaksin virus corona pada tikus.

"Pada saat ini, kita telah menmasukkan vaksin yang kita ciptakan dari bakteri ke tikus," ujar salah satu anggota tim peneliti Paul McKay kepada AFP.

"Kami berharap, dalam beberapa minggu ke depan, sudah bisa menentukan respons yang terlihat pada tikus, baik di dalam darahnya, atau respons antibodinya pada virus corona," ujarnya.

Meskipun tidak mengetahui secara pasti sejauh apa perkembangan vaksin virus corona yang sedang diupayakan oleh para peneliti lain di seluruh dunia, tim peneliti Imperial College London meyakini bahwa mereka adalah salah satu yang paling pertama dalam memulai pengujian pada hewan.

Peluang ODSK di Pilgub 2020, Taufik Tumbelaka : Ingin Ada Kesinambungan Pembangunan yang Tegas

Mereka pun berharap agar sudah dapat menemukan cara menghentikan penyebaran strain mirip SARS yang efektif dan aman pada akhir tahun ini.

Selain tim ini, kantor berita pemerintah China, Xinhua, juga melaporkan mengenai tim peneliti universitas Shanghai yang juga telah menginjeksikan vaksin ke tikus untuk diujikan. Namun, laporan tersebut tidak mengungkapkan secara detail universitas yang dimaksud.

Perlombaan menciptakan vaksin

Menciptakan sebuah vaksin sebetulnya adalah proses yang sangat panjang. Setelah melalui pengujian pada hewan dan pengujian klinis pada manusia, sebuah vaksin harus dipastikan bisa diproduksi secara massal dan efektif.

Imperial College London, seperti tim peneliti lainnya, berharap agar upaya mereka dalam mempelajari vaksin untuk virus corona jenis SARS yang telah dimulai sejak 2 dekade lalu bisa bermanfaat dalam melawan wabah kali ini.

Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO
Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO (TRIBUN/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO)

Kabar Terbaru Reynhard Sinaga, Jadi Tenaga Pembersih di Penjara Inggris, Masih Merasa Tidak Bersalah

McKay berkata bahwa setelah fase pertama yang bisa memakan waktu beberapa bulan ini selesai, mereka akan segera memulai percobaan efektifitas vaksin pada manusia yang juga membutuhkan beberapa bulan.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved