Kesehatan Mental

Benarkah Duduk Kelamaan Tingkatkan Risiko Terkena Depresi?

Selain tidak sehat bagi fisik, ternyata duduk terlalu lama juga mempengaruhi mental seseorang. bahkan dapat meningkatkan risiko terkena depresi.

Benarkah Duduk Kelamaan Tingkatkan Risiko Terkena Depresi?
Kompas.com
Ilustrasi stres. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ternyata menghabiskan waktu berjam-jam duduk seharian tidak baik.

Hal ini dikaitkan dengan risiko mengalami depresi yang lebih tinggi.

Sehingga, ada motivasi lain bagi kita agar bangun dan meregangkan kaki selama beberapa menit ketimbang duduk terus-menerus.

Para peneliti di University College London menemukan, remaja yang menghabiskan waktu dengan duduk mempunyai risiko lebih besar terkena depresi, ketika mereka mencapai usia dewasa.

Tim peneliti menganalisa data pada 4.257 remaja yang mengambil bagian dalam studi anak-anak 90-an di University of Bristol.

Gerakan para peserta di usia 12, 14, dan 16 tahun dilacak setidaknya 10 jam selama tiga hari, menggunakan accelerometer.

Mereka juga menjawab kuesioner yang mengukur gejala depresi mereka, seperti suasana hati yang jelek, dan buruknya konsentrasi.

Peneliti menemukan, antara usia 12-16 tahun, aktivitas fisik menurun sementara waktu yang dihabiskan meningkat, dari rata-rata tujuh jam menjadi delapan jam 45 menit.

Untuk setiap jam tambahan yang dihabiskan dengan duduk setiap harinya, skor depresi peserta meningkat hingga 11,1 persen pada usia 18 tahun.

Mereka yang menghabiskan waktu dengan duduk secara konsisten di ketiga usia mempunyai skor depresi 28,2 persen lebih tinggi di usia 18 tahun, dibandingkan mereka yang jarang duduk lama.

Halaman
123
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved