Wawancara Eksklusif Petahana Manado: Mor Tertawa Bicara Pendamping

Dinamika politik Kota Manado belakangan ini, tak lepas dari nama Mor Dominus Bastiaan. Wakil Wali Kota Manado ini akan ‘naik kelas’

Wawancara Eksklusif Petahana Manado: Mor Tertawa Bicara Pendamping
tribun manado / Dewangga Ardhiananta
Wawali Mor Bastiaan Berkunjung ke Tribun Manado 


TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinamika politik Kota Manado belakangan ini, tak lepas dari nama Mor Dominus Bastiaan. Wakil Wali Kota Manado ini akan ‘naik kelas’ pada Pilkada Manado 2020. Mor digadang calon wali kota.

Pasar Ekstrem Tomohon Sepi: Pedagang Paniki Klaim Tak Terterpanguh Corona

Ketua DPC Partai Demokrat Manado ini termasuk figur yang rajin blusukan dan sosialisasi lewat pemasangan baliho di sejumlah titik ibu kota Provinsi Sulawesi Utara ini. Tribun Manado mendapat kesempatan wawancara eksklusif saat petahana ini menyambangi Kantor Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Kairagi II Manado, Senin (10/2/2020). Berikut penuturan figur yang punya slogan 'Marijo Torang Baku-baku Baik di Manado'.

Bagaimana persiapan Anda untuk bakal calon wali kota Manado?

Karena kita selalu bilang namanya orang berani mencalonkan diri berarti dia punya cita-cita. Dia punya konsep. Dia punya mimpi. Jadi tidak ada yang salah.

Mau siapapun yang lagi mencalonkan diri nggak ada yang jelek, semua bagus. Tujuannya sama ingin membuat kota jadi baik. Tidak ada orang yang nyalon ingin membuat kota jadi jelek. Semua punya konsep yang berbeda-beda.

Tinggal masyarakat saja yang pahami. Kita (saya) cocoknya yang (figur) ini. Ya, itu pilihan mereka.

Kita kerja sama Pak Wali Kota (Vicky Lumenut) mau mengakhiri (masa jabatan) dan cita-cita tinggal melanjutkan itu (pembangunan), tinggal kepuasan masyarakat saja.

Oh, iya dia sama Pak Wali selama ini torang (kami) puas. Torang (kami) setuju dia lanjut (kepemimpinan). Kalau kita nggak puas, nggak tahu apa yang mereka berdua sudah berbuat, nggak ada, cari yang baru (figur) saja. Kalau dia teruskan sama saja. Pilihannya ke mereka tetapi kita wajib menyampaikan.

Untuk pasangan bakal calon wakil wali kota nanti siapa? Laki-laki atau perempuan?

(Tertawa) Tidak ada syarat. Kalau itu kita mesti yang pertama, tentu kita nanti kan ada survei.

Artinya kalau mau pilih wakil, yang pertama disukai masyarakat. Itu dulu, kemudian masyarakat yang melihat bahwa ini (A) cocok berpasangan dengan ini (B).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved