Tak Perlu Lagi Keluar Negeri, Terapi Sel untuk Kanker Kini Sudah ada di Indonesia

Dengan adanya alat terapi tersebut di indonesia, sudah dapat membantu penderita kanker.

Tak Perlu Lagi Keluar Negeri, Terapi Sel untuk Kanker Kini Sudah ada di Indonesia
Earth Chronicles Ilustrasi.
Earth Chronicles Ilustrasi. Sel kanker gerogoti wajah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,- Kini tak perlu lagi jauh-jauh ke Tiongkok untuk mengobati penyakit kanker dengan menggunakan terapi sel.

Karena terapi tersebut sudah tersedia di indonesia.

Dengan adanya alat terapi tersebut di indonesia, sudah dapat membantu penderita kanker.

Dr. dr. Karina, SpBP-RE, Doktor di bidang Biomedik lulusan UI sekaligus ketua & pendiri Yayasan Hayandra Peduli yang menaungi Klinik Hayandra & HayandraLab, mengatakan, teknologip pendukung terapi kanker yang dimaksud adalah teknologi Immune Cell Therapy (ICT).

Kini bisa diperoleh di Klinik Hayandra dan HayandraLab. Teknologi ini dibawa langsung oleh Dr Karina dari negeri sakura Jepang.

"Jadi tidak perlu khawatir karena saat ini terapi sel sebagai terapi pendukung pengobatan kanker, sudah ada di Indonesia. Berawal dari pengobatan kanker kolon ibu saya di Jepang pada tahun 2016 silam, tim kami berhasil menarik teknologi terapi sel yaitu Immune Cell Therapy atau ICT dari Jepang ke Indonesia," kata Dr Karina pada acara Ngopi Bareng Dokter Karina, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

Ilustrasi buah apel dan teh hijau yang mengandung flavonoid untuk mencegah kanker dan penyakit jantung.
Ilustrasi buah apel dan teh hijau yang mengandung flavonoid untuk mencegah kanker dan penyakit jantung. ((Mother Nature Network))

Teknologi ICT merupakan hasil pembiakan dari darah pasien sendiri yang terdiri dari perpaduan sel T, sel NK dan sel NKT, yang merupakan sel imun alamiah tubuh kita.

"Pada pasien kanker, terutama pasien yang pernah menjalani kemoterapi, sel imun ini akan terhantam jumlahnya. Padahal jumlah dan keaktifan sel-sel ini merupakan kunci tubuh kita untuk dapat memusnahkan sel kanker yang tersisa dari operasi, radiasi ataupun kemoterapi," jelas Dr. Karina.

Karena berasal dari darah pasien sendiri (autologus), terapi ini aman karena tidak ada resiko penolakan dari tubuh. Dr. Karina, mengatakan.

"Jujur saya pribadi sebelumnya tidak percaya bahwa terapi ini akan menyembuhkan ibu saya, karena beliau nyaris tidak mendapatkan efek samping apapun. Apalagi beliau juga hanya menjalani ICT pasca operasi, tanpa kemoterapi sedikitpun. Sebagai putri beliau yang juga seorang dokter, saya sangat kuatir saat itu," ujar Karina.

Halaman
123
Editor: Bravi Pangajouw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved